Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Status Pasar Ngabul Baru Dibahas



Reporter:    /  @ 02:10:39  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Pemkab Jepara melalui bagian pemerintahan, akan memfasilitasi dengan pertemukan pihak-pihak yang terkait dengan Pasar Ngabul Baru. Mulai dari petinggi Desa Ngabul, Badan Perwakilan Desa(BPD) Ngabul, panitia pembangunan Pasar Ngabul Baru, investor dan juga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berhubungan dengan pasar tersebut. Sehingga, akan diketahui kejelasan status lahan yang digunakan Pasar Ngabul Baru itu.

Kabag Pemerintahan Setda Eriza Rudy Yulianto mengatakan pertemuan tersebut, diharapkan bisa mendapatkan kesepahaman bersama. Sehingga, Pasar Ngabul Baru yang sudah dibangun segera dimanfaatkan dan memberikan hasil bagi masyarakat Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan.

”Kami sudah mendengar, jika Pasar Ngabul Baru hingga kini belum beroperasi secara maksimal. Alasannya, karena ada sejumlah persoalan. Salah satunya soal status lahan,” kata Eriza kepada Koran Muria, kemarin.

Menurut Eriza, sejauh ini memang masih ada silang pendapat dari pihak petinggi desa, BPD, panitia pembangunan dan investor. ”Kami dalam hal ini hanya bisa memfasilitasi saja. Sehingga, masalah ini bisa segera mendapatkan jalan keluar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua panitia pembangunan Yuni Sulistyo menyatakan, sebenarnya Pasar Ngabul Baru tidak ada masalah. Secara administrasi dan hukum, tidak ada yang perlu diperdebatkan. Hanya saja, memang masih ada beberapa fasilitas yang belum selesai dibangun, misalnya gorong-gorong dan pintu kios. 

”Untuk gorong-gorong, dalam waktu dekat akan direalisasikan melalui bantuan APBD. Sedangkan pembuatan pintu kios, investor juga akan segera memasang jika sudah ada kepastian,” jelas Yuni.

Diketahui, dari 350-an kios yang ada di Pasar Ngabul Baru, sekitar 40-an yang belum terjual. Kendala yang dihadapi adalah, belum selesainya pembahasan peraturan desa mengenai Pasar Desa Ngabul dan peraturan desa mengenai pengelolaan Pasar Ngabul Baru tersebut. Dan, yang paling penting adalah status tanah yang menjadi lokasi dibangunnya Pasar Ngabul Baru. 

Masalah-masalah tersebut, semuanya diserahkan ke petinggi Desa Ngabul dan BPD Ngabul untuk segera diselesaikan. Sehingga, dengan keluarnya kebijakan yang berkaitan dengan Pasar Ngabul Baru itu, menjadi payung hukum bagi beroperasinya pasar tradisional tersebut. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →