Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

CAT Tekan Kecurangan



Reporter:    /  @ 02:04:14  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Jelang pelaksanaan tes seleksi CPNS tahun 2014, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan, yang menjanjikan dapat meloloskan tes CPNS. Apalagi tak sedikit pelaku penipuan juga mencatatut nama pejabat, untuk menyakinkan korbannya.

Kepala Badan Kepegawaian Pati Jumani mengatakan, pada pelaksanaan tes CPNS tahun ini akan mengunakan sistem computer assisted test (CAT). Sistem tersebut diklaim sulit untuk dicurangi. Dengan sistem itu, peserta langsung bisa mendapatkan kepastian, untuk lolos tahapan berikutnya atau tidak.

”Dengan digunakannya sistem CAT, potensi terjadinya kecurangan akan lebih bisa diantisipasi. Sebab, selain tesnya berlangsung secara online penanganan juga dilakukan secara langsung Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem tersebut nantinya juga akan langsung menunjukkan hasil tes yang telah dikerjakan calon peserta. Sehingga, setelah mengerjakan, nanti hasil tes itu sudah bisa langsung dilihat,” katanya, kemarin.

Ia mengungkapkan, setiap mendekati pelaksanaan tes CPNS, banyak kasus penipuan yang mengatas namakan oknum pejabat. Modusnya, pelaku mengaku bisa meluluskan dari jalur belakang. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tak mudah tergiur.

Lebih lanjut Jumani menuturkan, dalam tes nanti peserta diwajibkan membawa kartu tes yang telah diberikan dan kartu tanda penduduk (KTP). Dua kartu itu akan digunakan sebagai pengendali terkait kemungkinan munculnya joki dalam tes CPNS.

”Jadi di kartu tes itu nantinya juga akan ada foto peserta. Selain yang diberikan kepada peserta tes, panitia juga akan membawanya. Jadi panitia akan mencocokkan dengan yang dibawa peserta termasuk mencocokkan foto wajahnya,”imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pada BKD Kabupaten Pati menambahkan, jika peserta terbukti menggunakan joki saat mengerjakan tes, dapat dikenakan sanksi tegas. Selain dinyatakan gugur, maka joki juga dapat dikenakan sanksi pidana. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →