Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Pemkab Rembang Bentuk Satgas Tambang



Reporter:    /  @ 01:55:50  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

Sejumlah pekerja menambang batu kapur di salah satu usaha pengolahan batu. Untuk memantau aktivitas penambangan, Pemkab Rembang bakal membentuk Satgas Pengawas Tambang. (KOMA/Ahmad Feri)

REMBANG – Pemkab Rembang berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Penambangan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengawasan perizinan dan kepatuhan pembayaran pajak perusahaan tambang  yang tersebar di wilayah Rembang. Selain itu, pemkab juga akan menutup penambangan yang tidak memenuhi syarat aspek legal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni mengatakan, berdasarkan data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga September 2014, tercatat ada 210 izin usaha perusahaan mineral bukan logam dan batu. Meliputi batu kapur, phospat, pasir kwarsa, tanah liat, trass, dan tanah urug. 

”Pemkab menargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2015. Khususnya dari pajak mineral atau bahan baku tambang pada tahun 2014, Rp 9,235 miliar,” ujarnya Rabu (1/10).

Dia menyebutkan, peningkatan target pajak mineral (tambang) adalah hal yang realistis untuk diterapkan. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam rangka peningkatan pendapatan daerah dari sektor bahan mineral atau tambang. Salah satunya dengan intensifikasi pajak mineral.

”Kami juga akan melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian eksploitasi tambang dengan mendirikan tiga titik pantauan tonase truk tambang di Kecamatan Sale,” terangnya.

Sekda menambahkan, dua titik pantau tonase truk tambang itu berada di Desa Gading dan Desa Wonokerto, yang yang didirikan tahun ini. Sedangkan satu lokasi pantau lainnya bakal didirikan di Desa Tahunan pada 2015 mendatang.  Jumlah lokasi pantau itu memungkinkan untuk terus ditambah.

”Titik pantauan tonase tersebut tidak memang tidak menutup kemungkinan didirikan diseluruh jalan kabupaten yang dilewati truk-truk tambang. Tempat pantau itu akan dilengkapi dengan alat-alat penimbangan yang juga bisa menunjang akuntabilitas perusahaan tambang,” imbuhnya. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →