Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Satpol PP Grobogan Ancam Tutup Paksa Kafe yang Buka Saat Malam Takbiran



Reporter:    /  @ 01:42:15  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

Petugas Satpol PP Grobogan memberikan pengarahan kepada sejumlah pengelola tempat hiburan malam di wilayah Purwodadi dan sekitarnya, untuk menutup sementara pada Sabtu (4/10). (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Grobogan akan menindak tegas kafe tidak berizin atau liar yang nekat beroperasi pada malam Hari Raya Idul Adha, Sabtu (4/10). Selain meresahkan warga sekitar, suasana di tempat-tempat hiburan malam tersebut juga menganggu kegiatan takbiran.

”Kami akan tutup paksa kafe dan karaoke yang buka malam takbiran. Untuk tempat hiburan malam yang berizin, sudah kami beritahu dan menyetujui untuk libur,” tegas Ketua Satpol PP Pontjo Wiranto kemarin.

Pontjo menjelaskan, kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati  Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Tempat Hiburan Malam. Untuk itu, jika ada yang membandel dan tetap beroperasi pada perayaan hari keagamaan, maka Satpol PP siap memberikan sanksi bagi pengelola tempat hiburan yang bersangkutan.

”Kafe dan karaoke yang berizin di seluruh Grobogan ada 12 tempat. Sedangkan tidak berizin atau liar lebih dari 20 tempat. Kebijakan ini hanya berlaku pada satu hari, yakni Sabtu malam, sedangkan hari Minggu dan seterusnya boleh buka” ucapnya.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Satpol PP Grobogan Agus Sumarsana mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan tempat hiburan malam di seluruh wilayah Grobogan. 

”Jika ada cafe dan karaoke yang masih buka dengan cara kucing-kucingan, maka akan kami tindak tegas dan kami siap selesaikan di meja hijau,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan Paguyuban Kafe dan Karaoke Purwadi mengatakan, para pengelola tempat hiburan malam yang berizin atau resmi akan menutup tempat hiburan malam selama satu hari untuk menghormati perayaan hari keagamaan. 

”Kami menghormati hari raya dan peraturan bupati. Sehingga kami dengan senang hati atau tidak keberatan menutup tempat usaha kami selama satu hari,” kata Purwadi. (Nurokhim/Sumarni)

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →