Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Kunker Dewan Periode 2014-2019 Dibatasi



Reporter:    /  @ 01:40:54  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng periode 2014-2019 tak akan bisa lagi leluasa melakukan kunjungan kerja (kunker), seperti pada periode-periode sebelumnya. Ini disebabkan, anggaran untuk kegiatan perjalanan dinas dewan akan dirasionalisasi.

”Perjalanan dinas anggota dewan ke beberapa daerah yang dinilai tidak terlalu penting ya tidak usah dilakukan. Termasuk jamuan makan,” kata Ketua (sementara) DPRD Jateng Rukma Setyabudi, dikutip Antara, Rabu (1/10).

Menurut dia, efisiensi dalam perjalanan dinas itu seiring dengan program rasionalisasi yang digalakkan Pemprov Jateng, pada pos-pos anggaran di APBD 2015.

Politisi PDIP itu meminta, kalangan eksekutif maupun legislatif bisa mengikuti kebijakan dan berbagai langkah penghematan anggaran, demi kepentingan masyarakat.

Selain itu, Rukma juga mengkritisi banyaknya jumlah eksekutif dari sejumlah dinas yang ikut mendampingi perjalanan dinas para anggota dewan ke beberapa daerah. ”Harapan saya, yang ikut perjalanan dinas itu yang berkepentingan saja, agar tidak terjadi pemborosan anggaran,” ujarnya.

Hingga saat ini Pemprov Jateng masih menghitung besaran rasionalisasi pada rancangan APBD 2015. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, dalam penghitungan awal rasionalisasi, dana yang bisa dihemat mencapai Rp 46,2 miliar.

Menurut dia, jika efisiensi anggaran bisa dipercepat, maka dapat dialihkan untuk membantu sektor lain yang masih kurang. ”Mudah-mudahan minggu depan proses hitung-hitungan sudah selesai. Sehingga saya bisa membaca gambar besar alokasi anggaran dan bisa melihat lebih detil,” terangnya.

Ia menjelaskan, rasionalisasi anggaran akan dilakukan untuk honorarium, perjalanan dinas, dan uang makan di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

”Secara umum, tujuan rasionalisasi untuk penajaman program prioritas. Anggaran yang dipotong akan dialihkan ke program prioritas, seperti infrastruktur serta pelayanan publik,” tukasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →