Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Bisa Seret Pejabat Lainnya



Reporter:    /  @ 02:43:15  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus mengisyaratkan jika mereka yang diduga terlihat dalam kasus dugaan korupsi bantuan sarana prasarana (sarpras) pendidikan tahun 2004-2005 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), bisa bertambah. Karena nama-nama pejabat yang pernah menghuni Disdikbud Kabupaten Kudus, juga tidak luput dari pemeriksaan dalam kasus ini.

Hal ini seiring keinginan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus yang ingin menuntaskan kasus ini secara keseluruhan. Apalagi dalam kasus yang menelan anggaran senilai Rp 21,9 miliar itu, diduga telah merugikan keuangan negara senilai Rp 2,8 miliar. 

Kepala Kejari (Kajari) Kudus Amran Lakoni mengatakan, mereka yang diduga terlibat dalam kasus ini, dimungkinkan bertambah. Hal itu tergantung pada fakta-fakta persidangan nantinya, dalam kasus dugaan korupsi yang membelit mantan Bupati Kudus HM Tamzil tersebut.

”Kami sangat serius ingin menuntaskan kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah ini. Meski saat ini ada tiga tersangka, tapi tidak tertutup kemungkinan, tersangkanya bisa saja bertambah,” jelasnya saat ditemui, kemarin.

Sebagaimana diketahui, sejauh ini memang baru ada tiga tersangka yang sudah ditahan terkait kasus ini. Yakni mantan Bupati Kudus M Tamzil, mantan Kepala Disdikbud Kabupaten Kudus Ruslin, dan rekanan penyedia barang yakni Direktur CV Gani and Sons Abdul Gani Aup. Selama proses penyusunan surat dakwaan, pihak kejaksaan menahan ketiga tersangka di Lapas Kedungpane Semarang.

Hanya saja, saat kasus ini terjadi, ada sejumlah pejabat teras Kudus saat ini yang duduk sebagai pejabat di Disdikbud Kudus kala itu. Selain pasangan bupati dan wakil bupati HM Tamzil dan Noor Haniah, kepala dinas dijabat oleh Ruslin. 

Sementara posisi kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pendidikan Menengah (Dikmen) waktu itu dijabat Abdul Hamid, yang saat ini menjadi wakil bupati Kudus. Ada juga nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin, yang kala itu menjabat sebagai kasubdin Sarpras Pendidikan.

Termasuk juga ada nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kudus Sudjatmiko, di mana saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai kasi Kurikulum Dikmen.

Pada pejabat yang disebut di atas itu, juga diketahui sudah pernah menjalani pemeriksaan di Kejari Kudus terkait kasus ini. Dan selama proses penyidikan kasus sarpras pendidikan ini, pihak kejaksaan sudah meminta keterangan sekitar 500 orang saksi. 

Ratusan saksi itu datang dari kepala sekolah (kasek dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Mereka diperiksa karena mendapat bantuan pengadaan sarpras pendidikan tersebut.

Amran mengatakan, seluruh saksi-saksi tersebut, nantinya akan dimintai keterangan saat sidang kasusnya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. ”Semuanya akan kita minta keterangan nantinya,” tegasnya.

Meski begitu, Amran menegaskan jika proses penyidikan kasus bantuan sarpras pendidikan ini tidak lantas berhenti. Pihaknya tetap akan menuntaskan proses hukum lebih lanjut, jika memang ada pihak lain yang harus ikut bertanggung jawab dalam kasus tersebut. ”Intinya siapapun yang terkait dengan perkara ini, harus dimintai pertanggungjawaban,” tandasnya.

Namun terkait ada tidaknya tersangka baru, menurut Amran, hal itu tergantung fakta-fakta di persidangan. Jika memang ada indikasi keterlibatan pihak lain, maka proses penyidikan akan langsung diarahkan untuk mengusutnya hingga tuntas. ”Pastinya akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa pejabat teras Kudus yang dulu pernah bertugas di Disdikbud, saat dihubungi kemarin, memang tidak ada yang bersedia untuk memberikan keterangannya terkait kasus ini. Misalnya saja Wakil Bupati (Wabup) Kudus H Abdul Hamid. Saat dikonfirmasi, telepon genggam yang bersangkutan memang aktif, namun tidak ada jawaban.

Sedangkan Sekda Kudus Noor Yasin yang juga dihubungi terkait kasus ini,  tidak berbicara banyak. Itupun yang bersangkutan mengaku sedang sedang rapat di langai II Ruang Rapat Sedang Setda Kudus. ”Masih rapat saya, ya,” ucap dia. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →