Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Motor Berknalpot Bising Dirazia Satlantas Polres Jepara



Reporter:    /  @ 02:33:18  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

Kasatlantas AKP Rendi Andy Julikhlas (kiri) memperlihatkan puluhan sepeda motor yang terjaring razia, karena menggunakan knalpot bersuara bising, Selasa (30/9). Kendaraan yang ditahan itu, kebanyakan adalah sarana untuk aksi balap liar. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Sedikitnya 20 unit sepeda motor terjaring razia yang digelar petugas Satlantas Polres Jepara, pada Sabtu (27/9) malam lalu. Sasaran yang dituju petugas dalam razia tersebut adalah spesifikasi motor tersebut yang tidak sesuai aturan. Yakni, menggunakan knalpot bersuara bising, atau biasa disebut knalpot grong.

Kapolres Jepara AKBP Taslim Chaeruddin melalui Kasatlantas AKP Rendi Andy Julikhlas mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, jika sering dibisingkan dengan suara knalpot kendaraan bermotor. Bahkan, suara knalpot itu tak jarang memekakkan telinga warga.

”Kami langsung perintahkan anggota untuk melakukan razia di jalur-jalur yang dianggap tempat mangkal anak muda yang membawa kendaraan dengan knalpot bising. Sebab, yang mereka lakukan sudah mengganggu ketertiban umum, dan meresahkan warga seitar,” kata AKP Rendi, Selasa (30/9) saat menggelar barang bukti berupa 20 unit sepeda motor berknalpot bising di Mapolres.

Menurut AKP Rendi, kebanyakan para pemilik sepeda motor itu merupakan pelaku balapan liar. Mereka ditangkap, ketika melakukan aksi balapan liar di beberapa titik di wilayah Kecamatan Kota. Antara lain di kawasan Pecinan, Alun-alun Jepara, Jalan Diponegoro dan Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK). ”Sebagian di antaranya tidak membawa surat-surat kendaraan,” imbuhnya.

Pihaknya, lanjut AKP Rendi, terpaksa melakukan penyitaan terhadap puluhan kendaraan yang digunakan sebagai balapan liar. Karena kebanyakan kendaraan tidak memenuhi standar kelaikan jalan, maka akan dijerat dengan pasal 285 ayat 1 junto pasal 106 ayat 3 dan pasal 48 ayat 2 serta ayat 3 UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009.

”Bagi pemilik kendaraan yang akan mengambil motornya, harus mengikuti sidang tilang dulu. Kemudian, dengan membawa knalpot aslinya dipasang di Mapolres serta berjanji tidak mengulang perbuatannya kembali,” tegas AKP Rendi. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →