Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Warga dan Kades Bonang Gagal Berdamai



Reporter:    /  @ 02:26:10  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

Warga Desa Bonang, Kecamatan audensi dengan Kades Bonang Syaeful Shodiqin di kantor kecamatan Lasem, Selasa (30/9). (KOMA/Ahmad Feri)

REMBANG – Konflik antara sejumlah warga Desa Bonang, Kecamatan Lasem dengan Kepala Desa (Kades) setempat, Syaeful Shodiqin semakin memanas. Sebab, melalui forum mediasi yang digelar oleh camat di Kantor Kecamatan Lasem, Selasa (30/9), Kades Bonang menolak meminta maaf kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan warganya. 

Pertemuan mediasi itu dihadiri oleh puluhan orang, termasuk koordinator warga Bonang Sulistyorini, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat, dan kades Bonang. Pertemuan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lasem Kukuh Purwasana. 

”Tidak ada yang salah dengan kondisi di desa. Saya tak perlu minta maaf kepada siapapun. Seharusnya warga ini yang minta maaf karena selama enam bulan sudah mencemarkan nama baik saya,” ujar Syaeful Shodikin

Pada pertemuan itu, warga menuntut Syaeful Shodiqin meminta maaf atas kondisi di desa. Karena tidak ada titik temu perdamaian, mediasi yang dimulai sekitar pukul 09.45 – 11.15 WIB di akhiri dengan adu mulut antara warga dengan kepala desa karena menganggap Syaeful Shodikin keras kepala.

Insiden berhenti setelah Syaeful meninggalkan lokasi kantor kecamatan sembari menyatakan tidak ada yang bisa menurunkan dirinya sebagai kades.

Sulistyorini menganggap kepemimpinan Kades Syaeful Shodiqin tidak adil dan sewenang-wenang. Karakter kades disebut masyarakat sebagai pendendam, sehingga tugas pelayanan kepada masyarakat menjadi terkendala.

Plt Camat Lasem Kukuh Purwasana mengaku kecewa dengan akhir mediasi yang tanpa hasil damai tersebut. Sebab dia berharap kisruh di Desa Bonang tak berlarut-larut. Dia tetap bekomitmen untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan pemerintahan di Desa Bonang.

”Kami akan terus memantau perkembangan di Desa Bonang pasca-forum mediasi kali ini. Belum tahu akan ada pertemuan seperti ini lagi atau tidak. Yang jelas, dengan kondisi Desa Bonang sekarang memang membutuhkan adanya rekonsiliasi,” papar Kukuh. 

Sebelumnya warga telah mengadukan kades Bonang kepada polisi dan pemkab, atas tuduhan melakukan penyimpangan di antaranya alokasi dana desa, tanah banda desa, serta melakukan pungutan liar pengurusan KTP dan kartu  Jamkesmas kepada warga yang bukan pendukungnya. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →