Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Cegah DB, Dinkes Grobogan Gencarkan 3M



Reporter:    /  @ 02:18:44  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

Pemkab Grobogan gencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di 19 kecamatan. Salah satunya melalui program 3M, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang berpotensi sebagai sarang nyamuk.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Grobogan, dr Slamet Widodo menyebutkan, selama sembilan bulan terakhir (Januari-September 2014) tercatat 398 kasus DBD dan enam di antaranya meninggal dunia.  Sedangkan pada Juli – September 2014, sebanyak 143 kasus DBD yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan. 

”Penderita DBD yang meninggal selama sembilan bulan terakhir terjadi pada Januari, Februari, Mei, Juni, Juli, dan September 2014. Jumlah terbanyak terjadi pada Januari yakni 83 orang disusul September ada 72 orang. Berbagai upaya diakukan Dinkes untuk menekan jumlah kasus dan korban meninggal,” katanya.

Penderita DBD meninggal, lanjut dia, sebagian besar karena terlambat dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Selain itu tidak sedikit warga yang kurang memahami gejala penyakit DBD, sehingga saat seseorang terjangkit DBD tidak mendapatkan penanganan medis atau hanya diberi obat turun panas atau lainnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, supaya bila ada anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala DBD, segera dibawa ke Puskesmas, rumah sakit, atau klinik kesehatan terdekat. Sehingga penderita mendapatkan perawatan medis secara cepat dan tepat.

Menurutnya, penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk  aedes aegipty tersebut tidak hanya menyerang warga daerah perkotaan, namun juga warga yang bermukim di pedesaan atau kawasan padat penduduk. Banyak faktor yang mempercepat penyebaran nyamuk, antara lain faktor cuaca dan kebersihan lingkungan.

”Selain fogging atau pengasapan, cara mencegah DBD yang mudah, sederhana, dan efektif yakni melalui program 3M. Yaitu menguras bak, kolam, atau penampungan air secara berkala minimal seminggu sekali, menutup tempat penampungan air bersih, serta mengubur barang-barang di sekitar rumah seperti botol dan kaleng bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” terangnya.

Penyakit demam berdarah biasanya mewabah ketika musim pancaroba atau pergantian musim dari penghujan ke musim kemarau dan sebaliknya. Sehingga saat pergantian musim kemarau ke penghujan seperti saat ini, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan penyebaran dan pengembangbiakan nyamuk  aedes aegipty. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →