Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Kudus yang Kaya Industri, Tradisi dan Santri



Reporter:    /  @ 02:12:11  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

Rizma Wulandari (18) adalah seorang mahasiswi semester pertama fakultas Ilmu Komputer Universitas Muria Kudus (UMK). Baginya mendengar nama Kudus, ia pun langsung berkesimpulan dengan kota yang kaya tradisi dan santri. Tak hanya itu, warisan kuliner yang menjadi salah satu keunggulan yang juga turut mewarnainya.

Menurutnya, tradisi yang diwariskan oleh leluhur mempunyai makna yang khusus. Terlebih tradisi yang lekat dengan perjuangan dan kebersamaan antar masyarakat. Sehingga sudah sepatutnya kebanggaan terhadap Kudus tidak hanya pada segi industrinya.

”Kudus gudang tradisi dan santri, semuanya sangat memberi peran terhadapt perkembangan Kudus. Tradisi yang perlahan mulai ditinggalkan, akan tetapi disana justru tumbuh orang-orang yang penuh dengan ambisi dan kecintaan yang luar biasa, untuk melestarikan tradisi tersebut,” kata Rizma.

Kudus juga penuh dengan nilai agama. Yang mana semua agama berpadu sangat baik dan saling bertoleransi. Sehingga dapat terwujud masyarakat yang majemuk. Kesatuan yang dijaga bahkan diwariskan secara turun-temurun, menjadi nilai lebih bagi Kudus.

Tak hanya itu, kreativitas masyarakat Kudus juga membuatnya bangga sebagai warga Kudus. Hal itu terbukti dari menjamurnya UMKM yang ada di Kudus. Masyarakat Kudus hampir semuanya berjiwa wirausaha dan saling bahu membahu, membangun dan memajukan Kudus melalui kreativitasnya.

”Pasti beberapa tahun kedepan, Kudus menjadi kota metropolitan,” ujarnya.

Selain itu, Kudus juga sangat mengagumkan, karena hampir seluruh penduduk perempuannya bekerja. Hal itu didukung oleh banyaknya jumlah perusahaan, yang membutuhkan tenaga kerja wanita. Sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka.

Dia berharap, Kudus semakin maju dalam sektor industri. Makin banyak perusahaan yang dibangun di Kudus dan UMKM, sehingga masyarakat Kudus semakin sejahtera. Meski begitu, tentu saja jangan sampai meninggalkan jati dirinya sebagai bagian dari Kudus dan peradaban Kudus.

”Harapan saya sebenarnya banyak terhadap Kudus. Selain memajukan UMKM, masyarakat Kudus juga harus senantiasa menjaga warisan leluhur dan ke khasan yang menjadi identitas Kudus,” imbuhnya. (Wahyu Kristianto/ Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →