Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

20 Hari, Hasil Audit BPBD



Reporter:    /  @ 01:47:24  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Amran Lakoni menyatakan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng menjanjikan proses audit kerugian paling lama 20 hari. Audit tersebut terkait akibat dugaan korupsi dana belanja logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.

”Batas waktu proses audit kasus BPBD maksimal selama 20 hari kerja. Waktu itu merupakan batas waktu maksimal. Sebab masih terdapat kemungkinan proses audit bisa selesai sebelum 20 hari,” kata Amran, Selasa (30/9).

Menurutnya, pada Senin (29/9), terdapat tiga orang perwakilan dari tim BPKP Jateng yang datang ke Kantor Kejari Kudus. Kedatangan petugas tersebut untuk menyampaikan surat perintah tugas audit. Untuk itu, BPKP Jateng menunjuk tim yang akan melaksanakan proses audit.

Menurut Amran, hal itu artinya saat ini sudah ada kesepakatan proses audit kerugian negara tersebut. Sehingga ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan BPKP Jateng dengan Kejari Kudus.

”Mudah-mudahan dapat segera terselesaikan, sehingga kelanjutan kasus dugaan korupsi di BPBD Kudus ada kejelasan. Sebab sampai sekarang kasus masih mengambang karena menunggu hasil audit ini,” ujar Amran.

Dia menambahkan, agenda pemeriksaan terhadap tiga tersangka dalam kasus tersebut sebagai saksi juga masih menunggu. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pengajuan audit kerugian negara ke BPKP disampaikan oleh Kejari Kudus sejak 9 Juni 2014.

”Hasil audit tersebut, nantinya bisa dijadikan pegangan untuk penyidikan serta dijadikan alat bukti. Dan Kejari Kudus menetapkan tiga tersangka yakni Sugiyanto, Sudiarso, dan Nur Kasian dalam kasus BPBD tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Sugiyanto yang saat bertugas di BPBD berperan menjadi Ketua Panitia Pengadaan ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2014. Sedangkan mantan bendahara Nur Kasian bersama mantan Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Sudiarso ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Juni 2014.

Dugaan penyimpangan dana belanja kebutuhan logistik di BPBD Kudus tahun anggaran 2012 diperkirakan mencapai Rp 600 juta. Sementara jumlah dana yang terindikasi terjadi penyimpangan sekitar Rp 193 juta dari total belanja secara keseluruhan. (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →