Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Konsumsi Elpiji 12 Kg Turun 25 Persen



Reporter:    /  @ 01:38:05  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Tingkat konsumi masyarakat yang menggunakan elpiji nonsubsidi 12 Kg di Jepara, mengalami penurunan seiring dengan kenaikan harga elpiji tersebut. Penurunan tersebut terjadi sebanyak 25 persen, dibanding sebelum ada kenaikan harga elpiji 12 Kg per 10 September lalu.

Supervisor PT Koes Putronegoro, Nano mengatakan permintaan akan elpiji ukuran 12 Kg, tersebut memang diakui ada penurunan. Semula dibanderol dengan harga Rp 95 ribu per tabung, kini dijual menjadi Rp 115 ribu per tabung, menyebabkan masyarakat pengguna elpiji 12 Kg disinyalir pindah haluan.

”Turunnya sampai 25 persen. Kenaikan harga itu memang berpengaruh besar, pada turunnya permintaan di pasaran,” kata Nano kepada Koran Muria, kemarin.

Dirinya sudah memprediksi sejak awal, jika harga elpiji 12 Kg naik, secara otomatis permintaan elpiji bersubsidi, yaitu ukuran 3 Kg akan meningkat. Hal itu tidak lain karena, warga mencari harga yang lebih murah. 

”Dari awal memang ada kekhwatiran terjadi migrasi ke 3 Kg. Tapi, kami sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan melakukan proteksi terhadap pembelian dari pelanggan. Caranya, pembeli harus membawa KK dan kartu khusus ketika akan membeli elpiji 3 Kg,” jelas Nano.

Sementara itu, akibat banyak pengguna elpiji 12 Kg yang bermigrasi ke elpiji 3 Kg, harga elpiji meon itu meroket. Di tingkat pengecer, harga elpiji bersubsidi itu mencapai Rp 23 ribu per tabungnya. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan adalah Rp 15 ribu per tabung.

Salah satu warga Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Dofri (40) mengatakan untuk mendapatkan elpiji 3 Kg sangat sulit. Bahkan, beberapa pengecer elpiji di wilayahnya menyatakan sudah tidak memiliki stok elpiji ukuran 3 Kg tersebut. Beberapa pengecer menyebutkan, hingga sepekan ke depan belum bisa mendapatkan pasokan dari agen besar.

”Kalau ada barangnya, harganya sudah mencapai Rp 20 ribu-Rp 23 ribu per tabung. Kalau begini terus, lebih baik tidak usah disubsidi. Kami sebagai rakyat kecil sangat kecewa dengan pemerintah, yang terlihat tak becus mengurus barang bersubsidi,” kata Dofri. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →