Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Pengecer Elpiji Akan Dihilangkan



Reporter:    /  @ 01:33:53  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

Tim gabungan dari Pemprov Jateng sedang menimbang tabung elpiji 3 kg saat menggelar sidak di SPBE Adiyaksa jalan Pati-Tayu, Selasa (30/9). Sidak dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi elpiji. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Pemerintah merencanakan untuk menata, bahkan menghilangkan pengecer elpiji, baik untuk ukuran 3 kg ataupun 12 kg. Sebagai gantinya, di setiap desa akan dibangun pangkalan atau agen resmi. Sehingga distribusi elpiji bisa tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pengawasan Gas pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah Harijanto, di sela-sela sidak di SPBE Adiyaksa jalan Pati-Tayu, Selasa (30/9). Ia menyatakan, pihaknya bersama Pertamina akan melakukan penataan tentang distribusi elpiji tersebut.

”Sesuai aturan tidak boleh ada pengecer, meskipun pada kenyataannya di lapangan ada. Maka dari itu, kami akan berupaya merealisasikan pangkalan di masing-masing desa atau kelurahan. Selain memudahkan pembeli, hal itu juga dapat menekan keberadaan pengecer liar,” katanya, kemarin.

Ia menyatakan, sidak dilakukan tim gabungan dari Dinas ESDM Jateng, Biro Perekonomian, maupun Dinas Koperasi. Menurut dia, sidak tersebut untuk memastikan kelancaran penyaluran elpiji di Kabupaten Pati.

Menurut dia, tim gabungan itu bekerja sesuai instruksi dari gubernur, untuk melakukan pemantauan terhadap jalur distribusi. ”Kami melakukan pengambilan sampel di sejumlah kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Dan salah satunya di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Dalam sidak itu, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap sistem pengamanan dan keselamatan pangkalan, agen hingga SPBE. ”Kami berharap agar untuk alat evakuasi yang digunakan dalam penanganan tabung yang mengalami kebocoran dapat segera diperbaiki. Karena yang kami lihat belum bekerja sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Sementara terkait alokasi yang akan diberikan pada tahun 2015 menurut dia, sampai saat ini pihaknya masih menunggu usulan dari masing-masing kabupaten/kota. Usulan itu, akan dijadikan bahan untuk pengajuan alokasi tingkat provinsi. 

”Pembahasan penetapan kuota tahun 2015 baru akan dibahas November mendatang,” tukasnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →