Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

DPRD Rembang Borong Tablet Rp 315 Juta



Reporter:    /  @ 01:27:41  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

Anggota DPRD Kabupaten Rembang Periode 2014-2019 saat dilantik belum lama ini. Para wakil rakyat ini bakal mendapat jatah satu unit tablet seharga Rp 7 juta per orang pada Oktober 2014. (KOMA/Ahmad Feri)

REMBANG – Seluruh anggota DPRD Kabupaten Rembang yang baru dilantik beberapa beberapa pekan lalu, bakal dibekali alat komunikasi canggih. Sebanyak 45 wakil rakyat periode 2014-2019 itu mendapat satu unit gawai (gadget) jenis tablet pada Oktober 2014. Alokasi anggaran yang disediakan untuk memborong tablet tersebut sekitar Rp 315 juta. 

Pengadaan tablet seharga Rp 7 juta per unit itu, bertujuan untuk menunjang kinerja para legislator. Antara lain donwload (mengunduh) sejumlah peraturan terkini dari pusat secara cepat. Pengadaan alat elektronik ini dinilai sejalan dengan rancangan tata tertib DPRD Pasal 68 Ayat (4) yang menyebutkan, undangan rapat-rapat DPRD dapat berbentuk tertulis, email  (surat elektronik), dan pesan singkat (SMS) resmi. 

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Tim Pembahasan Tata Tertib DPRD Rembang, Puji Santoso membenarkan rencana pengadaan tablet tersebut. Menurutnya, pengadaan gawai jenis tersebut dianggap penting dan diperlukan. Sebab, selama ini undangan rapat bagi setiap anggota dewan hanya melalui surat secara langsung ke tempat tinggal. 

”Rencananya mungkin tab4 dengan harga sekitar Rp 7juta per unit, sehingga alokasi dananya mencapai sekitar Rp 315 juta,” terang Puji Santoso, Selasa (30/9), kemarin.

Ia menjelaskan, mengirim undangan atau surat ke setiap anggota DPRD di masing-masing kediaman kurang efektif karena memakan waktu dan biaya. Ongkos kurir surat bisa mencapai Rp 800 ribu untuk sekali pengiriman. Belum lagi kendala ketika tidak bisa bertemu dengan anggota dewan yang bersangkutan. 

”Pengiriman undangan melalui email juga masih bisa menuai kendala. Sedangkan bagi anggota dewan yang belum terampil internet, memang menjadi persoalan tersendiri, namun mereka bisa belajar. Untuk menghindari problem ketika terjadi error di jaringan internet, maka undangan juga melalui SMS,” papar Puji Santoso.

Anggota DPRD Rembang dari Partai Nasdem Muhammad Bahaud Duror juga sepakat dengan rencana pengadaan itu. Keberadaan tablet tersebut bisa meminimkan penggunaan kertas serta memudahkan DPRD untuk berkomunikasi. Pria yang akrab disapa Baha’ itu, berharap agar peraturan maupun undang-undang bisa diwujudkan dalam E-Book.

“Tanpa ada pengadaan pun sebenarnya juga saya sudah memakai gadget. Sebab sekarang memang sudah jamannya teknologi. Kalau tujuan pengadaan tablet itu hanya untuk menghabiskan anggaran, tentu jauh lebih baik digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Apalagi kalau nanti tablet tersebut justru tidak bisa menunjang atau tidak memiliki efek positif terhadap kinerja anggota dewan,” tandas Baha’. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →