Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Penertiban PKL Pasar Burung di Jalan Kartini Semarang Alot



Reporter:    /  @ 01:16:14  /  1 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Penertiban PKL ”Pasar Burung” di Jalan Kartini Semarang, Selasa (30/9) berjalan alot. Ratusan pedagang menolak digusur dan dipindahkan ke Pasar Dargo Semarang. 

Relokasi dilakukan, lantaran lokasi yang digunakan berjualan para PKL itu akan dilakukan penataan taman kota. 

Namun dalam penetiban itu, pedagang burung dan unggas tetap bersikukuh untuk berjualan di tempat itu. Meskipun Pemkot Semarang telah mengerahkan aparat gabungan mulai dari Satpol PP, TNI, maupun polisi.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sarjoko mengatakan, penertiban yang dilakukan sudah sesuai ketentuan.

”Sebenarnya pedagang yang ada di Pasar Kartini dikelompokkan menjadi dua. Yakni pedagang burung dan unggas, serta pedagang lainnya, seperti pakaian, makanan, dan sebagainya,” katanya dikutip Antara, kemarin.

Hanya saja menurut dia, kelompok pedagang burung dan unggas yang enggan pindah. Ia menyatakan, pada Jumat (3/10) mendatang, pihaknya akan kumpulkan para pedagang tersebut untuk membuat kesepakatan.

Sementara itu, Koordinator Paguyuban Pesona Pasar Burung Semarang (P3BS) Wahyudi mengatakan, ada sekitar 120 pedagang yang sebenarnya sepakat dipindahkan. Namun, pedagang menganggap Dinas Pasar tidak menghargai mereka. Terutama penyediaan tempat relokasi, yakni Pasar Dargo yang tidak layak bagi pedagang untuk berjualan.

”Kami sebenarnya mau ditertibkan, dipindahkan ke tempat lain. Asalkan, tempat pengganti itu layak bagi kami untuk berjualan. Misalnya, dibuatkan pasar tradisional khusus burung dan unggas,” ujarnya.

Wahyudi mengatakan, Dinas Pasar juga langsung memberikan surat peringatan (SP) III kepada pedagang, tanpa didahului dengan pemberian SP I dan II. Sehingga pedagang merasa kesal.

”Pemerintah harus bisa nguwongke. Semuanya harus dimusyawarahkan secara baik-baik. Tapi kami tahunya tiba-tiba ada surat pemberitahuan penertiban,” pungkasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →