UMK Kudus Harusnya Naik 20 Persen

KUDUS – Wakil Ketua DPRD Kudus Nurhudi mengatakan, kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kudus harusnya mencapai 20 persen. Kenaikan tersebut dinilai wajar karena kemungkinan besar harga BBM akan naik. Hal tersebut sangat dimungkinkan akan harga-harga kebutuhan masyarakat naik.

”Seharusnya UMK di Kudus naiknya sekitar 10-20 persen. Sebab melihat kebutuhan masyarakat di Kudus yang dipastikan akan semakin mahal dengan adanya kenaikan BBM. Sudah wajar kalau harus naik sampai 20 persen,” kata Nur Hudi kepada Koran Muria, Senin (29/9).

Menurutnya, secara garis besar pihaknya sepakat dengan UMK yang diusulkan sesuai kebutuhan hidup layak (KHL). Pada KHL September lalu, usulan KHL sebesar Rp 1.225.900, dengan UMK yang sekian, maka pihaknya sepakat kalau kenaikannya mencapai nominal tersebut.

Dia menjelaskan, kenaikan juga harus dilaksanakan oleh semua perusahaan di Kudus. sebab terkadang terdapat perusahaan yang bermain di belakang dengan memberikan gaji di bawah UMK. Padahal besaran gaji sesuai UMK sangat mepet untuk kebutuhan sehari-hari.

Nurhudi mengatakan, meski secara garis besar pihaknya sepakat dengan usulan KHL, namun usulan tersebut belum sampai pada titik final. Sebab dari pihak dewan belum ada pembahasan yang mengatur mengenai surveI KHL tersebut.

”Hingga sekarang kami belum membahas tentang UMK Kudus. Namun saya tetap berharap kenaikannya sampai dengan 20 persen. Dan mudah-mudahan dalam pembahasan yang berlangsung nanti juga disepakati naik 20 persen,” ujarnya.

Menurutnya, pembahasan akan dilakukan secepatnya sesuai agenda dewan. Sebab sekarang baru usai agenda pembahasan alat kelengkapan. Dan menurut rencananya, hari ini (30/9) baru dilakukan pembahasan APBD Kudus.

Dia menambahkan, mengenai SPSI yang belum sepakat dengan usulan KHL, menurutnya hal yang wajar. Hanya saja keputusan UMK Kudus belum final. Sehingga segala sesuatunya masih dapat dimungkinkan terjadi.

”Nanti dalam pembahasan akan jelas semua, mengenai kenaikan UMK di Kudus. Yang jelas bagi saya seharusnya naik sampai 20 persen. Dan kenaikan harus tetap ada,” katanya. (Faisol Hadi / Suwoko)