Tamzil Ditahan Kejati

KOTA SEMARANG – Mantan Bupati Kudus periode 2003-2008 M Tamzil ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Senin (29/9) kemarin. Penahanan Tamzil ini terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) bantuan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Kudus 2004-2005 senilai Rp 21,9 miliar.

Dikutip dari Antara, Tamzil ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang, usai pemberkasan penyidikan serta penyerahan barang bukti dan tersangka di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Selain Tamzil, ditahan pula dua tersangka lain dalam kasus tersebut. Keduanya meliputi mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus Ruslin serta Direktur CV Ghani and Son Abdul Ghani selaku rekanan proyek.

Tamzil yang saat ini menduduki posisi sebagai staf di Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diduga menunjuk langsung rekanan pemenang tender proyek tersebut, tanpa melalui proses lelang. Kerugian negara akibat perbuatan tersebut, diperkirakan mencapai Rp 2,8 miliar.

Berdasarkan pertimbangan untuk memudahkan proses persidangan, penyidik memutuskan untuk menahan ketiga tersangka. ”Alat bukti cukup, selain itu ada yang domisilinya tidak di Semarang, maka untuk memudahkan persidangan akhirnya ditahan,” kata Yacob Hendrik, Asisten Intelejen Kejati Jateng. 

Dalam proses pemberkasan hari ini, Direktur CV Ghani and Son menyerahkan uang Rp1,8 miliar. Uang tersebut sebagai pembayaran ganti kerugian negara. Proses selanjutnya, akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kudus untuk menyusun penuntutan

Pada pelimpahan tahap II kemarin, selain melimpahkan tersangka dan berkas perkara ke Kejari Kudus, penyidik juga melimpahkan barang bukti berupa dokumen. Bukti tersebut terdiri dari dokumen terkait proyek, tanpa ada uang tunai.

Disinggung mengenai lambannya penanganan penyidikan atas kasus kasus ini, Yakub Hendrick mengakui ada sejumlah kendala. Meski demikian, kendala-kendala tersebut sudah bisa teratasi. ”Saat ini, yang penting  happy ending,” terang dia.

Sejauh ini, Kejati Jateng baru menetapkan tiga tersangka. Mereka di dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Sundoyo Hardi)