Ratusan Buruh PT Pijak Sukma Mengadu ke Dinsosnakertrans

Perwakilan PT Pijar Sukma mendatangi kantor Dinsosnakertrans Jepara, dan diterima Kasi Hubungan Industrial Pengawasan Tenaga Kerja, Hidayat, kemarin. Para buruh itu menuntut, agar perusahaan membayarkan pesangon karena di PHK sepihak. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Sebanyak 109 buruh dari PT Pijak Sukma mendatangi kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara, Senin (29/9). Kedatangan mereka itu terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, yang dilakukan manajemen perusahaan tersebut. Bahkan, para buruh yang di PHK itu tidak mendapatkan uang pesangon.

Salah satu buruh di PT Pijak Sukma, Taufik warga Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri mengatakan dirinya dan kawan-kawannya, di PHK secara pihak oleh perusahaan yang bergerak di bidang mebel tersebut secara bertahap. Pada tahap pertama, ada 99 buruh yang diputus masa kerjanya. Sedangkan pada tahap kedua, ada 10 buruh yang ikut di PHK.

”Kami mengadu ke Dinsosnakertrans, perusahaan tidak membayarkan uang pesangon kami. Kami juga tidak tahu, apa alasan perusaha melakukan PHK terhadap ratusan buruhnya,” kata Taufik di kantor Dinsosnakertans, kemarin.

Menurut Taufik, jumlah buruh yang akan di PHK masih akan bertambah lagi. Karena, ada kabar yang menyebutkan, jika ada ratusan buruh yang akan segera di PHK oleh perusahaan. 

”Kami tuntut hak kami, untuk mendapatkan uang pesangon. Kami juga minta Dinsosnakertrans, agar dicarikan solusi dan difasilitasi terkait tuntutan kami itu,” harapnya.

Sementara itu, salah satu anggota LSM Celcius, Didit Endro yang mendampingi ratusan buruh PT Pijar Sukma ke Dinsosnakertrans menambahkan, setidaknya pihak pemkab segera memediasi buruh PT Pijar Sukma dengan pihak perusahaan. Sehingga, masalah tersebut tidak berlarut dan menggantungkan karyawan. 

”Pihak perusahaan harus bersedia membayarkan pesangon, kepada buruh yang telah di PHK. Tidak hanya pesangon, gaji milik beberapa karyawan yang belum dibayarkan, segera diberikan,” jelas Didit.

Kepala Seksi Hubungan Industrian Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Hidayat menyatakan, akan menampung aduan dari buruh PT Pijar Sukma yang telah di PHK sepihak oleh perusahaan. Pihaknya akan mencoba memfasilitasi, agar buruh dengan pihak manajemen perusahaan bisa bertemu. 

”Proses pembicaraan antara buruh dengan perusahaan, akan kami fasilitasi. JIka tidak ada titik temu, kami akan lakukan mediasi,” ucap Hidayat. (Wahyu KZ / Aries Budi)