Kirab Budaya Menarik Antusias Masyarakat Kudus

Salah satu kebudayaan yang dipentaskan

Torik (40) salah satu warga Desa Megawon yang antusias menyaksikan kirab budaya Kudus mengatakan, Kebudayaan Kudus cukup beragam dan sangat mengesankan. Terlebih ada kebudayaan yang menonjol, yaitu penampilan tari kretek yang juga ia saksikan pada kirab budaya tersebut.

Baginya festival budaya ini membuatnya terhibur dan mengingatkan kembali akan budaya-budaya yang dimiliki kota kelahirannya. Ia pun menginginkan festival kebudayaan serupa, dapat terus berkelanjutan. Sangat disayangkan, jika terhenti sampai disini. Sehingga anak cucunya kelak, bisa menyaksikan festival budaya dikemudian hari.

Ayah dua anak ini mengatakan, festival semacam ini berbeda dengan festival musik yang hanya dihadiri kalangan muda saja. Festival budaya ini sudah dinanti-nanti masyarakat Kudus. Ini dilihat dari banyaknya penonton yang memadati sepanjang ruas alun-alun. ”Ini budaya daerah yang luar biasa. Hingga bisa menyedot antusias semua kalangan tanpa terkecuali,” ujarnya.

Festival budaya kali ini menurutnya kurang lebih sama dengan tahun-tahun lalu. Karena intinya sama, namun dikemas dalam konsep yang berbeda dan menarik. Dia sangat bangga kepada semua orang yang terlibat di dalam festival tersebut. Baik panitia maupun peserta yang telah bekerja keras, untuk memberikan hiburan yang bernilai kepada warga Kudus.

Macam-macam kebudayaan daerah yang ditampilkan melibatkan banyak unsur. Terlebih pelajar yang tak malu-malu dihias, untuk mementaskan ragam tema budaya Kudus. 

”Saya sudah menunggu dari jam satu siang tadi di alun-alun. Saya tidak akan melewatkan setiap jengkal penampilan dari seluruh peserta. Karena semuanya sangat mengesankan. Rugi jika saya harus pulang dan hanya berdiam diri di rumah,” ungkap Torik yang bekerja sebagai wiraswasta ini.

Festival budaya yang harusnya diselenggarakan pada hari Minggu lalu itu, membuat masyarakat menunggu. Karena mereka sudah tidak sabar untuk menyaksikan secara langsung. Menurutnya, masyarakat banyak yang tidak tahu bahwa festival budaya dalam rangka HUT Kudus diadakan hari ini.

Kebudayaan yang ditampilkan pun beragam dan bervariasi. Tapi Torik berpendapat, harus lebih banyak lagi kebudayaan yang ditampilkan. Dan dia menginginkan penampilan budaya, harus diambil dari ujung timur ke ujung barat. Sehingga akan lebih berwarna.

Dia mengharapkan, bahwa festival budaya tidak hanya diselengarakan pada ulang tahun Kudus saja. Namun diberikan waktu dan tempat yang lebih, untuk rutin diselenggarakan. Sehingga sajian kebudayaan ini akan lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

Pementasan kebudayaan ini dipersembahkan oleh Kudus melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar). Serta didukung oleh ribuan peserta yang terdiri dari berbagai macam dinas dan sekolah se-Kudus.

”Saya sampai mengajak anak saya untuk ikut menyaksikan. Karena ini penting, dan saya menginginkan sang anak paham betul kebudayaan yang ada di Kudus,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, ada yang harusnya diperbaiki dalam acara-acara berikutnya. Salah satunya adalah penataan parkir kendaraan. Menurutnya kendaraan sangat semerawut, karena alun-alun hampir dipenuhi dengan kendaraan bermotor.

”Harusnya alun-alun steril dari kendaraan, sehingga para pementas dapat ruang yang luas dan cukup, untuk beraksi secara maksimal. Sangat disayangkan bahwa jalur untuk para pementas sangat sempit. Selain itu, juga harus ada pembatas antara penonton dengan pementas budaya, agar tertib dan nyaman,” tambahnya. (Wahyu Kristianto/ Titis Ayu)