DPC PKB Bengok

KOTA SEMARANG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jateng disebut-sebut telah mengeluarkan aturan, untuk menarik pungutan ke semua DPC di provinsi ini. Akibatnya, para pengurus DPC mbengok dan protes, karena merasa terbebani.

Apalagi pungutan itu juga dikhususkan kepada anggota dewan dari PKB, yang akan menduduki posisi pimpinan DPRD di kabupaten/kota. Puluhan pengurus DPC dari seluruh Jateng, Minggu (28/9) malam menggelar pertemuan di Hotel Grasia Semarang, untuk menolak pungutan itu.

”Terkait dengan adanya pungutan tersebut, kami meminta DPP PKB untuk menertibkan DPW PKB Jateng,agar tidak dengan mudah mengatasnamakan DPP dalam upaya fund rising kepada calon pimpinan dewan kabupaten/kota dari PKB,” kata Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, Firdaus Assyairozi, dikutip Antara, kemarin.

Ketua DPC PKB Rembang Yaqut Cholil Qoumas, juga meminta DPP agar memerintahkan DPW PKB Jateng mengembalikan dana yang sudah telanjur dipungut dari pimpinan DPRD dan ketua Fraksi PKB kabupaten/kota di Jateng.

”Besarnya bervariasi, antara Rp 50 juta-100 juta. Kami meminta agar dana yang sudah dipungut itu, dikembalikan selambat-lambatnya pada akhir Oktober 2014,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jateng Yusuf Chudlori menyebut, rencana pungutan kepada DPC-DPC di Jateng tersebut baru sebatas wacana. Ia juga mempertanyakan adanya tudingan, bahwa pengurus DPW telah melakukan penarikan pungutan kepada sejumlah calon pimpinan DPRD.

”Itu wacana saja. Yang sudah dipungut dan membayar itu siapa saja, serta ke siapa, berapa besarannya?,” tanya pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu.

Ia menegaskan, tidak ada pungutan yang dilakukan DPW PKB Jateng kepada DPC-DPC PKB se-Jateng. Menurut dia, yang ada hanya anggota Fraksi PKB di DPRD kabupaten/kota se-Jateng, untuk iuran Rp 300 ribu per bulan.

”Itu sesuai kesepakatan bersamauntuk saling menopang, karena kami bukan merupakan partai yang punya banyak uang,” tukasnya. (Ali Muntoha)