Dampak Psikologis Warga Pegunungan Kendeng

Oleh: Ahmad Miftahul Ulum

Anggota Komunitas Hutan Muria (KHM)

 

Sedulur Sikep dan Pengunungan Kendeng tidak bisa terpisahkan, keduanya mempunyai ikatan yang saling melengkapi. Karena sedulur sikep begitu kental terhadap alam dan bergantung hidup dari sektor pertanian. Baik tanaman padi maupun palawija. Namun adanya pembangunan pabrik pembangunan pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang merupakan anak perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa akan merusak hubungan sedulur sikep dengan selimut kehidupan yang sudah dijalani mulai nenek moyang sampai sekarang. 

Mengingat masyarakat yang tergolong minoritas ini akan semakin tergeser keberadaanya, kehadiran pembangunan semen akan berdampak psikologis yang kurang baik. Pabrik semen ini akan merusak lingkungan di mana biasanya area Pegunungan Kendeng menjadi mata pencaharian sehari-hari. Hal itu akan berimbas kepada masyarakat yang kurang terbiasa dengan kondisi baru, karena kondisi tersebut tidak lumrah terjadi sebelumnya. 

 

Semula kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon dan suara hewan yang berada di sekitar lokasi Pegunungan Kendeng akan sulit terdengar oleh sedulur sikep. Secara otomatis habitatnya akan hilang dan berpindah ke tempat wilayah yang lebih aman. Padahal kicau maupun suara hewan menjadi hidangan makanan ketika pergi ke kebun, untuk bertani, mencari rumput untuk pakan ternak dan mencari kayu bakar. Selain itu, kehadiran pembangunan semen akan menimbulkan terganggunya stabilitas kehidupan Warga Samin dan penduduk sekitar Pegunungan Kendeng. 

Pertama, kebisingan penambangan yang dilakukan oleh pekerja karena menggunakan mesin untuk mengali dan mengangkat material ke atas kendaraan ke tempat lokasi produksi. Dari bunyi kendaraan tersebut akan menimbulkan suara yang keras, tidak seperti biasanya dengan suara yang sepi dengan udara yang sejak.  Belum lagi mesin pengiling kapur, sebagai bahan semen pasti akan beroperasi setiap harinya. Sehingga suara yang dihasilkan dari semen tersebut akan menimbulkan kebisingan yang luar biasa, itu akan dialami oleh warga sekitar tempat penambagan semen.

Kedua, sumber mata air akan mengalami perubahan yang signifikan. Karena lokasi Pegunungan Kendeng merupakan lokasi sumber mata air yang jernih. Karena menurut masyarakat sekitar pegunungan ada 110 mata air. Sumber mata air itu tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar, namun aliran mengalir sampai Sungai DAS (Juwana). Kondisi sumber mata air akan terganggu, itu timbul dari proses penambangan yang terjadi. Sehingga perubahan air itu membuat air tidak jernih, dampaknya tidak dapat dimanfaatkan oleh warga untuk digunakan memasak maupun air minum. Apa yang akan terjadi jika pembangunan tetap akan dilakukan?

Ketergantungan air menjadi pokok kehidupan warga sekitar berpangku dalam sektor pertanian sebagai mata pencaharian. Kalau kehadiran pabrik tersebut menganggu bahkan mematikan sumber air. Permasalahan besar akan timbul, lahan pertanian kekurangan air bahkan tidak dapat ditanami. Karena tidak ada pasokan air urntuk mengairi lahan petani sekitar. Keadaan pokok yang harus terpenuhi secara terus menerus untuk menyambung hidup. Ratusan warga akan mengalami kesulitan air bersih, mengingat ini sudah memasuki musim panas. Namun pemkab berpikir ulang, kalau kerusakan lingkungan dampak dari pertambangan dan pembangunan pabrik semen terhadap dinamika banjir Sungai Juwana. Karena, lokasi calon pabrik dan pertambangan merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Juwana. Selanjutnya gumpalan debu akan semakin terlihat jelas dalam proses penambangam, baik proses pengolahan maupun kendaraan yang lalu lalang yang mengangkut material tanah gamping itu. 

Seperti bisingnya kendaaraan yang mengangkut material bahan semen, mesin pengiling material, pencemaran terhadap kejernihan mata air, debu yang semakin menebal bahkan kondisi lingkungan yang semakin rusak akibat dari penambangan area Pegunungan Kendeng. 

Potensi kekayaan alam berupa pertanian yang mengiurkan, sehingga Kota Pati mendapatkan julukan Kota Mina Tani. Sebagaimana diketahui, sebagian rakyat Pati juga menggantungkan hidupnya sebagai petani. Di samping itu, pembangunan pabrik semen itu juga berpotensi memecah belah warga Sedulur Sikep.  Ada juga pihak PT berupaya melakukan pendekatan mempengaruhi kepada sebagian warga Sedulur Sikep untuk mendukung pembangunan pabrik semen (01/09(SM). Kondisi tersebut akan memecah belah nasib Sedulur Sikep yang berada Kecamatan Sukolilo yang persis di bawah Pegunungan Kendeng. Belum tahun nasibnya kalau memang ada realita dalam pembangunan semen, pihak pemerintah setempat harus memikirkan nasib rakyat jangan hanya terkesan mendapatkan proyek yang besar. Dengan keuntungan yang melimpah.

Rencana pembangunan pabrik semen tersebut pasti menuai penolakan dari warga Sedulur Sikep untuk tidak akan setuju. Keberadaan lingkungan pengunungan sudah menjadi darah daging kehidupan bahkan menjadi selimut yang hangat dalam menjalani hidup yang damai bersama Kendeng. Pengaruh psikologis warga Sedulur Sikep maupun Warga Kendeng akan mengalami perubahan besar akan terjadi, mulai dari tatanan lingkungan yang tidak asri lagi dan kerusakan lingkungan akan terlihat jelas puluhan tahun mendatang. Sehingga julukan Kota Pati Minatani akan berubah nantinya, entah belum tahu julukan apa yang pantas di peruntukkan oleh Kota Pati mendatang. (*)