Anggota PPL Gubug Tolak Pemotongan Honor

GROBOGAN – Honor sebanyak 55 anggota Panitia Pengawas Pemilu (PPL) Kecamatan Gubug, diduga dipotong ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam)  setempat. Hal itu terkait adanya pesan singkat (SMS) yang dikirim ketua Panwascam berisi tentang permintaan pemotongan honor Rp 100 ribu per PPL. 

Pesan singkat yang dikirim Ketua Panwascam Gubug Maryoto yakni, “Untuk operasional Bulan Agustus bisa cair asalkan setuju ada biaya untuk evaluasi kabupaten dan pembuatan SPJ sebesar Rp 100 ribu. Jadi terimanya Rp 150 ribu. Kalau setuju nanti langsung dibuatkan SPJnya tolong dijawab”.

Salah seorang anggota PPL Desa Tambakan, Kecamatan Gubug Nurhadi menyatakan, tidak setuju dengan pemotongan honor terhadap seluruh PPL yang tersebar di 21 desa di Gubug.

”Saya jelas tidak setuju. Biasanya hanya Rp 25 ribu kok ini sampai Rp 100 ribu, Padahal seharusnya dibayar penuh. Bahkan sampai sekarang kami belum mendapatkan gaji,” ujar Nurhadi.

Ia menyebutkan, pemotongan honor  tersebut untuk keperluan pembelian alat tulis kantor (ATK) Rp 250 ribu. Khusus bulan Agustus dikenai pemotongan sebesar Rp 100 ribu dan akan dibayarkan pada 27 September. Akan tetapi, tiap bulanya ATK tersebut selalu dipotong ketua Panwascam sebesar Rp 25 ribu untuk pembuatan SPJ.

Untuk memastikan kecurigaannya terhadap kebijakan ketua Panwascam Gubug, Nurhadi bertanya kepada anggota PPL di kecamatan lain, apakah ada pemotongan honor atau tidak oleh ketua Panwascam. ”Saya tanya kepada anggota PPL di kecamatan lain tidak ada pemotongandan dibayarkan penuh,” terangnya.

”Kami juga ditarik pembuatan seragam sebesar Rp 250 ribu, sedangkan anggota baru ditarik Rp 350 ribu. Selain itu, setiap rapat kami juga dikenai pembayaran Rp 20 ribu untuk komsumsi,” kata anggota PPL lainnya.

Menurutnya, sesuai ketentuan yang berlaku, honor anggota PPL Rp 500 ribu per bulan dikenai PPN Rp 15 ribu.  Artinya, honor  setiap anggota PPL RP 485 ribu per bulan. 

Sementara itu, Ketua Panawascam Gubug Maryoto membantah telah mengirimkan pesan singkat singkat berisi pemotongan honor kepada seluruh anggota PPL di wilayahnya. 

”Saya tidak pernah merasa mengirimkan pesan singkat itu. Isu dari mana itu,” kata Maryoto saat dikonfirmasi. (Nurokhim/Sumarni)