Anggaran Honor Dipangkas

KOTA SEMARANG – Pemprov Jateng mulai menghitung angka rasionalisasi yang akan diterapkan pada APBD 2015. Pokok item pendanaan yang akan dirasionalisasi atau dipangkas, mulai dari dana honorarium, perjalanan dinas, makan minum, dan rapat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, rasionalisasi anggaran bisa mencapai Rp 46,2 miliar. Sehingga bisa dialihkan pada program lain.

”Efisiensi anggaran masih bisa dikejar. Saya masih meminta nominal anggaran rapat tidak penting, dan dinas luar yang tidak penting untuk dikumpulkan. Jumlahnya masih dapat Rp 46,2 miliar,” katanya.

Langkah itu diapresiasi kalangan di DPRD Jateng. Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Hadi Santoso menyatakan, rasionalisasi akan menaikan belanja modal, untuk progrram yang langsung ke masyarakat.

”Belanja modal dari 28 persen ke 36 persen dalam satu tahun, dan diteruskan tren naik itu sangat positif bagi pembangunan Jateng,” paparnya, kemarin.

Menurut Hadi, penghematan anggaran tersebut merupakan langkah cerdas. Karena Jateng sedang dihadapkan pada pencanangan tahun infrastruktur menuju Rp 2,4 trilyun.

Sehingga hal tersebut akan menaikan belanja modal, guna pembangunan seluruh pelosok Jateng. ”Semoga akan membawa pada struktur anggaran yang berpihak pada pertumbuhan dan pemerataan pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyatakan dengan penghematan itu, maka belanja modal akan terdongkrak. Tidak seperti pada periode sebelumnya, di mana anggaran sangat timpang.

”Rasionalisasi ini akan menaikkan belanja modal, setidaknya ke arah jalur yang benar, minimal 50 persen dari belanja langsung. Karena pada tahun 2011 belanja pegawai 8.2 persen, barang dan jasa 73.1 persen, dan modal hanya 18,7 persen. Wajar jika uang habis buat rapat,” terangnya.

Begitu juga pada tahun 2013, belanja pegawai 10,6 persen, barang jasa 61,8 persen, dan modal 27,3 persen. Sementara pada tahun 2014, belanja modal yang sebelumnya hanya 27,3 persen didongkrak menjadi 36,4 persen, dan akan naik pada 2015. (Ali Muntoha)