Polisi Belum Mampu Ungkap Pembunuh

PATI – Polres Pati belum juga mampu mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa penjaga ulat sutera Dasar alias Sumarto, 63, warga RT1/RW V Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Sehari pascapenemuan mayat korban, polisi masih mengumpulkan keterangan dan sejumlah bukti.

Kasatreskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi Utomo mengatakan, polisi belum menemukan titik cerah terkait misteri kasus itu. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap kasus. Dari pemeriksaan awal, kematianya disebabkan karena delapan tusukan di tubuhnya, hingga mengalami pendarahan.

”Hingga saat ini, kami masih mendalami motifnya. Karena jika perampokan tentu barang-barang berharga milik korban juga raib. Yang jelas, penyebab utama kematian korban kuat dugaan karena kehabisan darah,” kata Setyo, kemarin.

Tidak hanya itu, dengan luka-luka di bagian tubuh korban, kemungkinan ada dendam pribadi yang membuat pelaku tega melakukan tindakan keji. Meski demikian, polisi masih belum bisa memastikannya.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan adanya bekas bercak darah yang tercecer.  ”Polisi masih mendalaminya, apakah ceceran darah tersebut disebabkan korban berniat lari maupun melakukan perlawanan,” imbuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, kasus ini masih menjadi misteri. Anggota keluarga tidak banyak memberikan keterangan. Secara singkat, keluarga menyatakan bahwa korban tidak punya musuh.

Korban hanya sebagai penjaga perkebunan tempat budi daya ulat sutra di Desa Tlogosari. Hampir setiap hari, korban menghabiskan waktu di kebun. Karena dari pengelola memang menyediakan tempat berupa brak di sana.

Korban juga merawat sejumlah hewan ternak. Seperti empat ekor sapi dan beberapa kambing. ”Kegiatan paman setiap hari di brak. Termasuk merawat hewan ternak,” kata Zarkasi, keponakan korban.

Korban juga dikenal sebagai paranormal. Karena korban kerap menemui tamunya di brak. Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap misteri kasus yang menggemparkan Pati ini. (Syamsul Falak / Akrom Hazami)