PLTD Karimunjawa Terpaksa Bon BBM

Seorang petugas PLTD di Karimunjawa sedang mengecek komponen sumber kelistrikan di wilayah itu. Rencananya, bulan depan akan dibangun PLT Biomass, untuk mendukung penyediaan listrik di kepulauan tersebut. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Pihak pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Karimunjawa, terpaksa harus mengebon untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sebab, dana corporate social responsibility (CSR) untuk Kepulauan Karimunjawa yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jateng belum sepenuhnya cair. 

Asisten II Pemkab Jepara Edy Jatmiko mengatakan pada bulan April lalu, pihaknya baru menerima dana CSR sebesar Rp 1,4 miliar dari total dana Rp 3,4 miliar. Sementara, sisa dana tersebut sampai saat ini belum cair.

”Sisa dana itu, seharusnya untuk membeli BBM jenis solar sampai akhir tahun ini. Tapi, sampai sekarang belum cair. Padahal, dana untuk membeli BBM hampir habis. Jadi, kami terpaksa bon dulu, untuk memenuhi kebutuhan BBM,” kata Edy, kemarin.

Menurut Edy, langkah bon dulu untuk membeli BBM jenis solar itu dilakukan, agar wilayah Karimunjawa tetap teraliri listrik. Sehingga, warga yang tinggal di pulau terluar di Jepara tidak mengalami gangguan kelistrikan. 

Sampai saat ini, tambah Edy, pihaknya masih berupaya melakukan komunikasi dengan Pemprov Jateng. Termasuk, menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang bersedia memberikan dana untuk pembelian BBM jenis solar tersebut.

”Terpaksa bon dulu saja, daripada Karimunjawa gelap karena tidak ada penerangan di malam hari. Sebab, stok BBM untuk pembangkit listrik di Karimunjawa akan segera habis,” jelas Edy.

Diketahui, belum cairnya dana CSR itu, lanjut Edy, karena ada kesalahan komunikasi antara pemprov dan SKK Migas dengan perusahaan di bawahnya. Yaitu, terkait dengan nilai CSR yang akan diberikan.

”Kami berharap, dana CSR itu segera cair. Sehingga, kebutuhan listrik di Karimunjawa tidak terganggu. Apalagi, sudah puluhan tahun warga Karimunjawa mengandalkan pasokan listrik dari PLTD,” terang Edy.

Sementara itu, guna mengatasi masalah kelistrikan di Karimunjawa, Pemkab Jepara akan mendirikan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU). Rencananya, tahun depan PLTGU itu baru bisa dioperasionalkan. Namun, sebelum rencana pembangunan PLTGU terealisasi, pemkab akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biomass.

Pembangunan PLT Biomass diproyeksikan sebagai transisi, dari PLTD ke PLTGU. Diperkirakan, izin pembangunan akan mulai diproses pada Oktober ini. (Wahyu KZ / Aries Budi)