Kesadaran Berkendara Masyarakat Rendah

KUDUS – Kasat Lantas Polres Kudus AKP Billy Hildiario mengatakan, masyarakat masih kurang begitu paham dengan keamanan berkendara. Ini terlihat dari masih banyaknya jumlah pelanggaran lalu lintas   yang semakin meningkat tiap tahun.

Menurutnya, sejauh ini masih banyak pelajar yang berkendara tanpa mengindahkan keamanan. Misalnya pemakaian helm, berboncengan lebih dari dua orangm hingga pengunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.

”Masyarakat seharusnya sudah mengetahui sebab dan akibat. Namun mereka sulit untuk menyadarkan diri agar berkendara dengan baik dan benar,” tutur Billy.

Selain keamanan, katanya, masyarakat juga harus memiliki kesadaran kelengkapan surat berkendara. Misalnya membawa STNK dan SIM. ”Jangan mentang-mentang jarang ada operasi lalu lintas lalu tidak mau membawa SIM atau STNK,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya memiliki tiga tindakan dalam melakukan tugasnya di jalan bagi pelanggar lalu lintas. Salah satunya yakni langkah prespentif. Ini dilakukan untuk membuat pengendara sadar akan pentingnya keamanan berkendara. Baginya tindakan ini bukan pencitraan institusinya dalam menjalankan tugas. Malinkan untuk mentertibakan dan menyadarkan pengendara yang belum tertib berlalu lintas.

”Setiap operasi kendaraan, bukan kami kehabisan uang lalu kami melakukan tindakan menilang pengendara untuk kepentingan kami sendiri. Ini kami lakukan untuk menata agar pengendara patuh berlalulintas. Kadang masyrakat berfikir, setiap tindakan kami melakukan oprasi kendaraan untuk kepentingan kami sendiri, padahal bukan seperti itu,” paparnya.

Dia menjelaskan, dari data pelanggaran yang dimiliki, hampir sebagian besar dilakukan pelajar. Data terakhir pada Agustus tahun ini angka pelanggaran di Kudus mencapai 785 orang pelajar. Dari jumlah tersebut, hampir semua pelanggar tidak memiliki SIM dan melanggar marka jalan. Dia sangat menyayangkan banyaknya pelajar yang membuat pelanggaran.

”Rencananya akan mengadakan lomba ketangkasan berkendara untuk semua klub motor yang ada di Kudus. Sasarannya pelajar yang belum memiliki SIM. Kami akan memberikan hadiah berupa SIM gratis kepada 10 pemenang yang mengikuti lomba tersebut,” katanya. (Wahyu Kristianto /Suwoko)