Dinas Koordinasi Panitia Kurban

Kasi Produksi Ternak Sidi Pramono saat memberikan stempel sehat kepada hewan kerbau yang telah dicek kesehatannya, di Pasar Hewan Jati Wetan, kemarin (28/9). (KOMA / Merie)

KUDUS – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus makin giat melancarkan pengecekan hewan ternak. Termasuk juga melakukan koordinasi dengan panitia kurban di masing-masing wilayah.

Kasi Produksi Ternak pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus, Sidi Pramono didampingi koordinator medis Anton Nurcahyo mengatakan, sejauh ini sejumlah panitia sudah meminta bantuan tim kesehatan, untuk mengecek kondisi kerbau atau sapi yang akan disembelih. ”Dan kami belum menemukan hal-hal yang kami anggap mengkhawatirkan,” terangnya di sela-sela pengecekan hewan ternak di Pasar Hewan Jati Wetan, kemarin (28/9).

Pemeriksaan dan koodinasi dengan panitia kurban ini, menurut Sidi, tidak hanya dilakukan pekan ini saja. Melainkan sudah sejak Agustus lalu. Misalnya saja pengecekan kesehatan di Desa Medini, Sambung, dan Karangrowo di Kecamatan Undaan. Kemudian Desa Honggosoco dan Bulungkulon (Jekulo), Desa Temulus dan Megawon (Mejobo), serta Desa Lau Kecamatan Dawe. 

Dari pengecekan tersebut, petugas hanya menemukan satu hewan ternak penderita penyakit luar scabies. Yakni parasit sejenis kutu berukuran sangat kecil yang tak bisa dilihat mata telanjang. Penyakit yang bersifat luar itu, tidak membahayakan karena ketika dikonsumsi manusia tidak menular. 

”Sedang untuk hewan penderita cacing hati, dagingnya bisa dikonsumsi tetapi hatinya harus dimusnahkan. Dan pengecekan akan terus kami lakukan hingga pelaksanaan kurban,” katanya.

Pengecekan kesehatan hewan ternak ini untuk mengantisipasi keberadaan ternak tidak sehat atau berpenyakit, yang digunakan untuk kurban pada saatnya nanti. Sejauh ini, ratusan ekor ternak baik kerbau, sapi maupun kambing sudah mendapatkan stempat sehat dari petugas. 

Sidi mengatakan, selain antraks, penyakit yang dipantau lainnya yakni brucella. Hewan ternak dicek bagian mata, mulut, hidung dan penampakan fisiknya. Bila dianggap sehat, petugas akan langsung memberi stempet sehat di salah satu bagian tubuh hewan tersebut. Baik itu kerbau, sapi, maupun kambing, semuanya tidak luput dari pengecekan.

Ditambahkan Sidi, sejauh ini pihaknya belum menemukan indikasi hewan yang ”bermasalah”. Hal yang dijumpai di pasar ternak tersebut yakni hewan-hewan terlihat kegerahan menahan cuaca panas yang menyengat. Untuk mengantisipasi hal itu, pemiliknya beberapa kali mengguyur ternak dengan air.

”Secara umum kondisi hewan ternak yang kami temui sehat semua,” imbuhnya. (Merie)