Bupati Blora Kecam Anarkisme Persikaba

Pemain Persikaba melakukan tanding semifinal Liga Nusantara Jateng melawan Persab Brebes di Stadion Kridosono Blora. (KORAN MURIA)

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho kecewa, sekaligus prihatin terhadap insiden pengeroyokan pemain Persikaba (Blora) saat main di Brebes. Ia kecewa karena pertandingan tidak berjalan sportif, jauh dari sebutan fair play, dan prihatin karena empat pamain yang terluka sampai harus dilarikan ke rumah sakit.

”Saya sudah mendapat laporan dari pengurus Persikaba insiden di Brebes, dan kronologis kejadian, hingga ada sekitar empat anak yang terluka dan dirawat di rumah sakit,” kata Djoko, kemarin.

Menurut Bupati, kejadian pengeroyokan oleh ofisial dan asisten pelatih Persab (Brebes) seharusnya tidak perlu terjadi, karena selain membuat trauma atlet, insiden itu tidak menggambarkan bentuk tanggungjawab sebagai ruan rumah (penyelenggara) dan tidak bisa menjunjung tinggi sportifitas.

“Saya prihatin dengan kejadian itu, panitia pelaksana (panpel) pertandingan harus bertanggungjawab,” tandas Djoko.

Selain itu, lanjutnya, otoritas sepakbola di Jawa Tengah (Asprov PSSI Jateng) diminta mengusut kejadian itu, karena insiden pengeroyokan pemain Persikaba oleh asisten pelatih dan ofisial menorehkan citra buruk olahraga modern.

“Kejadian itu sangat memalukan, dan saya ‘wanti-wanti’ insiden tersebut jangan sampai terjadi di Blora,” tegasnya.

Persikaba resmi mengadukan kasus pengeroyokan pemain Persikaba oleh asisten pelatih dan ofisial tim Persab ke Asprov PSSI Jawa Tengah. Selain itu, Persikaba juga telah melaporkan kasus itu ke Polres Brebes dan Polda Jateng, tentu dengan sejumlah alat bukti dan bukti visum.

Nada kecewa dan prihatin juga dilontarkan oleh Ketua KONI Blora, Heri Sutiyono, karena insiden seperti itu, sama sekali tidak menggambarkan sportivitas, dan seolah tidak memaknai pentingnya sebuah fair play, paparnya di sekretariat KONI Blora.

Ketua Pengkab PSSI Blora, Agung Waskito, menegaskan, bahwa pihaknya bisa menerima kekalahan timnya, namun kalau tuan rumah sudah berlaku brutal dengan menganiaya pemain/ofisial, dia tidak bisa mentoleransinya. “Kami minta ada tanding ulang, dan di tempat netral,” kata dia.

Sebagai informasi, pada menit 51 sejumlah pemain dikeroyok dan dipukuli ramai-ramai oleh pemain dan ofisial tuan rumah. Akibatnya, empat pemain Persikaba harus dirawat di rumah sakit. Pemain yang menjadi korban itu di antaranya adalah Andri Mulyono Jati, kapten tim Persikaba, Sugito, dan Katno. Andri dan Sugito menderita luka cukup serius. (Akrom Hazami)