Apindo: Kenaikan UMK Jangan Tinggi

KOTA SEMARANG – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi berharap, besaran kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2015 tidak terlalu tinggi. Meskipun ada kenaikan nomimal UMK 2015 nanti, dirinya meminta wajar saja, dan tidak terlalu besar. Sehingga, tidak berpotensi merugikan pengusaha.

”Pada dasarnya, kami mendukung yang dikatakan gubernur Jateng, tahun depan tidak ada lagi UMK di bawah Rp1 juta. Tapi, kami mohon besaran UMK wajar saja,” kata Frans Kongi dikutip dari Antara.

Frans Kongi menambahkan, besaran kenaikan UMK 2015 nanti, harus berdasarkan survei atau regulasi yang ada. Jangan hanya berdasarkan pada satu pihak saja. 

”Pada prinsipnya, upah merupakan urusan perusahaan, buruh dan karyawan. Masing-masing pihak, sama-sama ingin memberikan yang terbaik,” jelas Frans.

Namun demikian, dirinya menyesalkan sejumlah oknum yang menuntut kenaikan UMK mencapai lebih dari Rp 2 juta. Sementara, tuntutan tersebut justru bukan berasal dari buruh.

”Buruh yang benar-benar bekerja, akan sangat mengetahui bagaimana kondisi perusahaan mereka. Apakah perusahaan mampu membayar mereka dengan upah besar, atau ada kenaikan tetapi tidak banyak,” terangnya.

Sebab, lanjut Frans, jika terjadi kenaikan UMK yang terlalu tinggi, juga akan mempengaruhi iklim usaha di Jawa Tengah. Karena, jika pengusaha tidak mampu memenuhi besaran UMK tersebut, mau tidak mau pengusaha akan berhenti beroperasi. Atau, jika tetap beroperasi, maka imbasnya adalah menaikkan harga jual produknya untuk menutup kerugian. 

”Kita tak boleh menutup mata, bahwa masih banyak perusahaan-perusahaan kecil di Jateng yang belum mampu memenuhi UMK sesuai standar. Jika dipatok terlalu tinggi, bisa mengakibatkan mandeknya roda perekonomian di Jawa Tengah,” tegas Frans. 

Diketahui, sektor industri di Jawa Tengah belum bisa dikatakan maju. Secara nasional, dunia industri sedang menghadapi dua kendala besar. Yaitu nilai tukar rupiah terhadap dolar yang cukup tinggi, dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). (Aries Budi)