Akan Dirikan Pos Keamanan

Bupati Ahmad Marzuqi (memakai peci) menyerahkan bantuan kepada keluarga Rois dan Yoto, di Dukuh Tegalsari, Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari. Rumah mereka rusak, akibat ulah sekelompok orang tidak dikenal melakukan pengrusakan. (KOMA / wahyu KZ)

JEPARA – Persoalan di Desa Ngetuk dan Muryolobo di Kecamatan Nalumsari yang tak kunjung tuntas, membuat warga di kedua desa itu resah. Kasus terakhir yang membuat warga di Desa Ngetuk was-was adalah adanya pengrusakan rumah milik warga, oleh kelompok orang yang tidak dikenal. 

Guna menetralisir dan mencegah kasus serupa kembali terulang, dan persoalan perkelahian antarwarga tidak terjadi, Pemkab Jepara mulai melakukan sejumlah upaya. Salah satunya adalah, mendirikan pos keamanan di perbatasan kedua desa. Rencananya, pos keamanan itu akan langsung di bawah komando TNI/Polri.

”Dari hasil kunjungan lapangan, kami merencanakan mendirikan pos jaga bersama. Selanjutnya, pos jaga itu akan dijadikan tempat pos kamling di bawah bimbingan Koramil dan polsek setempat,” kata Bupati Ahmad Marzuqi ketika memberikan bantuan kepada warga Desa Ngetuk, yang rusaknya dirusak, kemarin.

Menurut bupati, dengan didirikannya pos keamanan, bisa mengantisipasi segala kemungkinan gangguan keamanan. Di pihak lain, pos tersebut juga tempat menggelar sosialisasi dan penyuluhan mengenai gangguan keamanan.

”Berbagai upaya akan kami lakukan. Semuanya dilakukan, guna merajut kembali persatuan dan kesatuan antarwarga,” jelas bupati. 

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Taslim Chairuddin menambahkan, sebenarnya masyarakat Ngetuk dan Muryolobo ingin tentram dan aman. Namun, keinginan tersebut harus rusak hanya karena ulah segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab. 

”Semuanya ingin tentram. Hanya oknum yang membuat situasi jadi rusak. Saya mengimbau kepada semua warga, agar tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Diketahui, Sabtu (20/9) lalu warga Muryolobo-Ngetuk kembali tegang. Tiga rumah milik warga Desa Ngetuk, dirusak kelompok orang tidak dikenal. Belum jelas, kelompok mana yang melakukan menyerang.

Informasi yang beredar, sekitar 30 orang datang dari arah ladang di Dukuh Mberan, Desa Ngetuk berbatasan dengan Desa Bendan Pete. Kelompok ini diduga membawa sejumlah senjata tajam, termasuk senapan angin jenis kecrok dan bom molotov. Mereka secara tiba-tiba melakukan pengrusakan. 

Tiga rumah milik Suyoto (35) warga Dukuh Tegal Sari, Desa Ngetuk dilempar bom molotov, dan rusak di bagian depan rumahnya. Sedangkan rumah milik Rokis (40) dan Jama’ah (50), tetangga Suyoto, juga mengalami hal serupa. Yakni, kaca-kaca jendelanya pecah berantakan.

Camat Nalumsari Edi Puspodo menyatakan, pihaknya belum mengetahui kelompok mana yang telah melakukan penyerangan. Namun yang jelas, situasi tersebut membuat kedua desa menjadi kembali tegang. 

”Kejadian ini berpotensi membuat panas situasi dua desa. Mengenai kelompok yang melakukan pengerusakan, kami belum berani memastikan,” ujar Edi. (Wahyu KZ / Aries Budi)