Warga Babagan Geruduk Warkop Karaoke

REMBANG – Puluhan warga Desa Babagan, Kecamatan Lasem, menggruduk salah satu warung kopi dan karaoke di desa setempat, Kamis (28/8) malam. Aksi tersebut dilakukan lantaran warung yang berada di tengah pemukiman warga itu, kerap dijadikan tempat pesta minuman keras. Sehingga warga resah dan meminta pemilik warung menutup warung.
”Warung itu tidak hanya menjual kopi, namun juga menyediakan minuman keras dan tempat karaoke. Sehingga warga sekitar merasa resah dan memutuskan untuk menggelar aksi protes,” ujar Kepala Desa Babagan Sukari, sekaligus memimpin aksi tersebut.

Polisi yang tanggap dengan aksi warga, mengarahkan massa pendemo ke Mapolsek Lasem. Polisi menjadi mediatir peretemuan antara warga dengan pemilik warung, dan pemilik rumah. Mediasi itu bertujuan untuk menghindari aksi anarkhis warga.
Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada mengatakan, aksi tersebut dipicu oleh aktivitas warung yang meresahkan warga. Dalam pertemuan sekitar  30 menit itu, warga bersikeras meminta agar rumah kontrakan milik Kumara tak lagi digunakan untuk usaha warung kopi dan karaoke.
”Kami memang menemukan empat liter ciu di lokasi tersebut. Atas usulan dari warga dan pemerintah desa, maka kami melarang usaha tersebut aktif kembali. Kami hanya ingin menjaga ketertiban masyarakat,” papar Iptu Muhammad Syuhada.
Ia menyebutkan, mediasi yang melibatkan warga, pemilik, serta penyewa warung menghasilkan dua kesepakatan. Yakni pemilik rumah dan penyewa memenuhi permintaan warga supaya tidak menggunakan rumah kontrakan tersebut sebagai warung kopi dan karaoke. Selain itu, pemilik rumah juga meminta jaminan agar bangunan rumah tidak dirusak warga. (AHMAD FERI / SUMARNI)