Situs Patiayam Butuh Rp 100 M

KUDUS – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Kudus Sunardi menyatakan, pembangunan museum purbkala Situs Patiayam membutuhkan anggaran sebesar Rp 100 miliar.
Menurutnya, saat ini dinas mulai menata tampat fosil purbakala di Patiayam. Namun pihaknya akan melakukan pembangunan secara bertahap. Sesuai dengan dana yang tetrsedia dan kebutuhan museum.
”Tidak bisa langsung bagus dan besar. Sebab untuk mendapatkan dana sebesar Rp 100 miliar itu tidak mudah. Jadi kami gunakan sistem prioritas, seperti penataan fosil, tempat fosil dan lain sebagainya,” ujarnya kepada Koran Muria, Kamis (29/8).
Berdasarkan kebutuhan yang ada, kata dia, Disbudpar lebih memprioritaskan kepada pembangunan gedungnya dan tempat fosil. Sebab untuk menempatkan fosil yang berusia ribuan tahun, membutuhkan tempat yang khusus supaya fosil dapat beratahan lama dan awet.

Sunardi mengatakan, pihak pengelola sudah menganggarkan dana di APBD murni sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan sarana Situs Patiayam. Kemudian pada APBD perubahan juga dianggarkan sebesar Rp 2 miliar untuk.
Bukan hanya itu, katanya, dinas juga mengusahakan bantuan ke tingkat Provinsi dan tingkat nasional. Dan dari usaha yang dilakukan, dinas mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 15 miliar dari pemerintah pusat yang akan keluar pada 2015 mendatang.
”Dana dari dirjen merupakan keseluruhan pembangunan yang semuanya direncanakan dirjen. Jadi kami tidak tahu mau diapakan dana sebesar itu, sebab dari perencanaan dan pembangunannya dilakukan langsung oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Dia menambahkan, dana tersebut merupakan dana yang masih sedikit jika dilakukan pembangunan. Sehingga pihaknya akan mencari donatur lain guna membuat tempat situs purbakala itu menjadi lebih besar lagi.
Selain itu, Museum Fosil Purbakala Situs Patiayam Kudus juga mendapatkan bantuan fosil dari Museum Snagiran. Kedepannya nanti diharapkan Kudus seperti Sangiran, memiliki museum yang besar dan menjadi tempat wisata dan pendidikan. (FAISOL HADI / SUWOKO)