Produksi Gula Terhenti Akibat Mesin Produksi Rusak

BLORA – Mesin produksi gula milik Pabrik Gula (PG) Blora yang dikelola PT Gendhis Mulyi Manis (GMM), kembali ngadat. Akibatnya, produksi gula dari hasil panen tebu petani kembali terhenti. Hal itu menyebabkan antrean panjang tebu, menumpuk di pabrik tersebut yang berada di Desa Todanan tersebut.
”Mesin kami sedang black-out. Jadi, kami terpaksa berhenti produksi,” kata GM PT GMM Edy Winoto, Jumat (29/8).
Menurut Edy, kerusakan tersebut terjadi setelah pabrik kembali beroperasi pada 25 Agustus lalu. Sebab, hampir satu bulan sejak bulan Juli lalu pabrik terus beroperasi tanpa henti. Selain itu, kapasitas giling juga ditambah seiring dengan selesainya dua blower pabrik.

”Kami belum bisa memperkirakan, sampai kapan mesin bisa kembali berproduksi. Jadi, kami minta petani tebu memaklumi dan bersabar. Kalau lama menunggu, kami persilakan tebu petani dikirim ke pabrik lain,” jelas Edy.
Edy menambahkan, pihaknya sudah berusaha maksimal memperbaiki mesin pendukung. Namun, upayan tersebut belum membuahkan hasil. Sehingga, dia belum bisa memastikan kapan bisa mulai giling lagi. Hanya saja, targetnya kendala bisa diatasi dalam waktu secepatnya. ”Syukur-syukur bisa dalam dua atau tiga hari ke depan selesai,” imbuhnya.
Lebih lanjut Edy menjelaskan, mesin pabrik yang dipakai adalah buatan Thailand. Setiap hari, masuk 80-100 truk berisi tebu petani. Manajemen PT GMM terus menaikkan kapasitas giling secara bertahap, sambil menunggu persiapan mesin untuk bisa giling penuh. Pada giling 25 Agustus lalu, pabrik bisa meningkatkan produksi dari sekitar 80 truk per hari menjadi 120 truk hingga 160 truk. Jika tidak terjadi kendala, PT GMM bisa mendekati produksi puncak sampai 6 ribu ton per hari. (ARIES BUDI)