PKL Dibagi 2 Zona

PATI – Pemkab Pati akan membagi pedagang kaki lima (PKL) dalam dua zona untuk berjualan, yakni zona kuning dan zona hijau. Dua zona itu, masuk dalam rancangan peraturan bupati (perbup), sebagai penjabaran atas Perda tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, yang telah disahkan DPRD beberapa waktu lalu.
Dalam rancangan perbup itu, pemkab menyiapkan tiga zona khusus. Tiga zona itu, yakni zona merah, kuning dan hijau. Khusus untuk zona merah merupakan zona larangan bagi PKL untuk berjualan. Sehingga PKL di Pati hanya diperbolehkan berjualan di dua zona, yakni kuning dan hijau.
Kasi Sarana dan Prasarana Perdagangan pada Disperindag Pati Sutrisno mengatakan, di zona kuning PKL boleh berjualan namun tak boleh mendirikan bangunan secara permanen maupun semi permanen. Sementara zona hijau, merupakan kawasan khusus untuk PKL.

”Zona merah diartikan sebagai larangan keras peredaran PKL, yakni di jalan-jalan protokol. Sehingga PKL dengan alasan apapun tidak diperbolehkan berjualan di zona itu,” katanya, Jumat (29/8).
Sementara zona hijau nanti disiapkan di beberapa titik. Di antaranya, di kawasan Alun-alun Simpanglima Pati. Sementara zona hijau ini nantinya menjadi pusat kuliner, di antaranya di Jalan Kembangjoyo turut depan hutan kota Kalidoro.
Ia menyatakan, zona hijau tersebut menjadi kawasan khusus untuk pemberdayaan PKL yang ada di Pati. Menurut dia, penerapan perda itu secara teknis, akan diatur dalam perbup yang saat ini tengah digodog.
Meski demikian, penetapan zonasi PKL itu, tidak akan diterapkan dalam waktu dekat. Sutrisno menjelaskan, untuk sosialisasi zonasi saja baru akan dilaksanakan minimal tiga tahun setelah perda ditetapkan.
”Kami masih mengkaji dan melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, meliputi Satpol PP, kepolisian, dan lainnya, untuk memastikan zonasi yang akan diterapkan benar-benar optimal. Sebelum menentukan sanksi, kami juga harus memastikan kelayakan zonasi tersebut,” imbuhnya. (SYAMSUL FALAK / ALI MUNTOHA)