Penjualan Tembakau Kualitas Rendah Dipantau

REMBANG – PT Sadana Arif Nusa memberikan lampu hijau kepada petani tembakau di wilayah Rembang, untuk menjual tembakau yang tak terbeli (reject) kepada perusahaan lain. Namun perusahaan mitra petani tembakau itu meminta agar penjualan tembakau berkualitas rendah tersebut, wajib dilakukan atas sepengatahuan petugas pengawas lapangan (PPL).
Permintaan diluncurkan setelah Sadana memutuskan memperbolehkan petani tembakau di Rembang untuk menjual tembakau yang ditolak permanen ke pihak lain.
Manajer Area PT Sadana Arifnusa Rembang Dedi Kusmayadi  mehatakan, penjualan dengan pengawasan PPL bertujuan untuk memastikan, bahwa tidak ada tembakau kualitas baik yang dijual ke pihak lain. Sebab ketika pihak lain membeli tembakau reject, maka tembakau yang bagus juga akan dinego untuk dibeli.

Menurut dia, setiap PPL yang mendampingi para petani memiliki tugas mencatat produktivitas tanaman tembakau. Jika target yang dicapai kurang, maka PPL wajib memberikan laporan. Supaya tidak menciderai kemitraan, penjualan tembakau reject dilakukan setelah masa pembelian usai.
”Sedangkan mengenai tembakau yang di-reject tidak secara permanen, kami memang tidak akan langsung serta menerima jika dijual kembali. Tembakau reject yang dikembalikan lagi ke petani biasanya karena masih basah, jamuran, atau warnanya masih hijau jalan. Tembakau yang demikian bisa dijual lagi asalkan faktor negatifnya sudah hilang,” kata Dedi Kusumayadi.
Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Yosophat Susilo Hadi berharap,  supaya para petani tidak menciderai kemitraan yang dijalin dengan PT Sadana. Sebab petani yang nekat melanggar komitmen akan dicoret dari kemitraan. Terkait tembakau yang ditolak permanen, pihaknya juga setuju untuk dijual ke pihak lain.
”Namun etikanya setelah pembelian dari Sadana selesai,” kata Yosophat. (AHMAD FERI / SUMARNI)