Pembeli Kecewa BBM SPBU Kerap Kosong

GROBOGAN – Sejumlah warga di Kabupaten Grobogan kecewa terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Keamatan Godong, Gubug, dan Penawangan.  Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir persediaan bahan bakar minyak (BBM)  bersubsidi di beberapa SPBU tersebut kerap kosong.
Salah satu warga asal Manggarmas, Kecamatan Godong, Nur Ahmad, mengaku kecewa saat hendak membeli premium di SPBU Godong, ternyata sudah habis. Padahal saat itu tidak sedikit warga yang telah antre untuk membeli premium dan solar bersubsidi. Sehinga para calon pembeli terpaksa pulang dengan kendaraan tanpa bahan bakar.
”Kendaraan saya kehabisan premium. Saat masuk SPBU justru habis, sehingga terpaksa membeli di eceran dengan harga selisih antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per liter dari harga di SPBU,” katanya.
Pengawas SPBU Mrapen, Sugiyono menyebutkan, pihaknya mendapatkan jatah premium bersubsidi sebanyak 48 tonliter dan solar 32 tonliter setiap satu minggu sekali. Sedangkan BBM jenis pertamax sebanyak 8 tonliter tiap tiga bulan sekali. Sehingga saat stok habis namun Pertamina belum mengirim jatah, maka SPBU terpaksa tidak beroperasi atau tutup sementara.

”Biasanya sehari sebelum stok habis, kami sudah menghubungi Pertamina minta dikirim. Kalau pertamina terlambat mengirim, sementara jika stok habis dan jatah belum sampai, SPBU terpaksa ditutup sementara. Tapi biasanya pengiriman terlambat hanya tiga jam. Pengiriman jarang terlambat pengiriman sampai sehari,” terangnya.
Selain pembeli umum, lanjut dia, SPBU Mrapen tidak melarang pedagang BBM eceran membeli premium atau solar menggunakan jeriken. Akan tetapi hanya melayani pada waktu tertentu terutama malam hari. Karena saat malam hari pembeli di SPBU relatif sepi.
”Kami memperbolehkan pengecer membeli dengan jeriken, tapi itu berlaku bagi pengecer daerah Mrapen. Selain itu, kami juga membatasi pembelian maksimal 20 liter dan tidak boleh membeli boleh tiap hari,” ujarnya.
Kasi Bina Usaha dan Pemasaran Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Grobogan Nanik menyatakan, sementara ini stok BBM dari Pertamina kepada 19 SPBU yang tersebar di wilayah Rembang aman dan tidak terjadi pembatasan pasokan.
”Meski tidak ada pembatasan pasokan, kami melarang seluruh SPBU agar tidak melayani konsumen yang membawa jeriken. Jika ada yang nekat melayani pembeli yang menggunakan jiriken, akan dikenai sanksi,”ujarnya.
Ia mennambahkan, di wilayah Grobogan terdapat 19 SPBU. Pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat lantaran pengiriman BBM  kerap terlambat. Menurut dia, hingga kini tidak ada pembatasan BBM. (NUROKHIM / SUMARNI)