Jenglot Perempuan Kabur, Warga Kelimpungan

KUDUS – Kabar mengejutkan datang dari RT 5/RW 1, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota. Satu dari dua jenglot yang ditemukan, yang diyakini berjenis kelamin perempuan, diketahui ”kabur”. Saat ini, warga kelimpungan untuk mencarinya kembali.
Kepala Desa Kaliputu Suyadi mengatakan kaburnya jenglot tersebut terjadi pada Kamis (28/8) lalu. Sekitar pukul 13.00 WIB, jenglot itu masih menjadi tontonan warga. Keduanya juga masih ada.”Setelah itu, waktu saya pulang dari rumah Edi, sekitar pukul 13.30 WIB, saya dikabari jika jenglot yang perempuan menghilang. Setelah saya cek kembali, ternyata benar bahwa jenglot yang tersisa hanya yang laki-laki,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, beberapa orang warga menangkap sepasang jenglot di depan rumah Edi Mulyono, warga RT 5/1, Desa Kaliputu. Jenglot dengan jenis kelamin perempuan, ditangkap terlebih dahulu pada Selasa (25/8) dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan jenglot laki-laki, ditangkap pada Rabu (27/8) dinihari, kurang lebih pukul 01.30 WIB.

Menurut Suyadi, tidak ada yang mengetahui kapan persisnya jenglot perempuan tersebut menghilang. Termasuk juga Edi, yang ketempatan sepasang jenglot tersebut. Namun, masih menurut Edi, jenglot tersebut sebenarnya tidak pergi dari rumahnya.
”Katanya masih berkeliaran di sekitar rumahnya. Hanya membutuhkan waktu untuk ditangkap kembali. Tapi, ini memang masih kita awasi terus, siapa tahu kemudian jenglot itu muncul,” paparnya.
Berita lepasnya jenglot perempuan itu, menurut Suyadi, memang sempat membuat panik warga sekitar. Masalahnya, mereka takut jika keberadaan jenglot tersebut membahayakan warga di sekitar. Apalagi ketika mendengar jika jenglot memang meminta darah manusia agar bisa bertahan hidup. ”Makanya kita sedang memikirkan cara bagaimana supaya jenglot perempuan itu bisa tertangkap lagi. Supaya warga tidak resah,” katanya.
Mengenai rencana pelarungan jenglot tersebut, menurut Suyadi, pihaknya tidak bisa berkomentar saat ini. Karena masih harus menunggu koordinasi dengan pihak Edi, selaku yang ketempatan jenglot tersebut. ”Kita tunggu dulu nanti keputusannya bagaimana. Yang jelas, kita harus tenangkan warga terlebih dahulu,” jelasnya.
Usai jenglot itu tertangkap, pihak desa memang menjadikannya tontonan bagi siapa saja yang mau melihat. Dengan catatan, warga memberikan sumbangsih sekadarnya. Hal ini dilakukan, untuk mencari sumbangan bagi upaya penyelesaian pembangunan musala yang ada di samping rumah Edi. (MERIE)