DPRD Tak Ikut Campur Terkait Kisruh DPC PPP

JEPARA – DPRD Jepara tak ingin terlibat di dalam permasalahan atau kisruh, yang saat ini melanda di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jepara. Meski sedikit memengaruhi kinerja di dalam lembaga legislatif, namun DPRD tak ingin terjebak di dalam kisruh DPC PPP Jepara yang tak kunjung usai itu.
Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua DPRD (sementara) Dian Kristiandi, ketika ditanya soal kisruh yang sedang melanda DPC PPP Jepara. Terlebih lagi, saat ini dewan tengah membentuk alat kelengkapan DPRD untuk membahas tata tertib (tatib) DPRD. Bahkan, surat undangan yang berisi undangan untuk membahas hal itu, ditujukan kepada kantor DPC PPP Jepara, dan bukan kepada salah satu kubu.
”Kami tidak ingin mencampuri masalah rekan-rekan di DPC PPP. Itu kan masalah internal, dan saya tidak ingin ikut campur,” kata Dian kepada Koran Muria, kemarin.
Menurut Dian, kisruh yang terjadi di DPC PPP Jepara seharusnya persoalan tersbeut bisa diselesaikan di tingkal internal. Sehingga, tidak mengganggu proses di lembaga legislatif.

”Seperti diketahui, kami sedang membahas tatib dan alat kelengkapan DPRD. Tapi, kami tak ingin berpolemik dengan hanya mengundang salah satu kubu. Yang terpenting, surat kami berikan ke kantor DPC PPP sesuai alamat yang ada,” jelas Dian.
Dian menambahkan, sesuai alamat kedudukan DPC PPP Jepara di Desa Bulu, Kecamatan Kota. Bukan di Bangsri atau Tahunan. ”Jadi, terserah siapa yang datang,” imbuhnya.
Saat rapat membahas tatib dan kelengkapan alat dewan, lanjut Dian, perwakilan dari DPC PPP yang datang adalah Sutarjo. Sedangkan Noor Fuad, hadir dalam kapasistas sebagai wakil ketua DPRD (sementara). Selain itu, ada juga Rifai dari kubu Ahmad Marzuqi. Namun, kedatangannya setelah rapat pembahasan formulasi panitia khusus (pansus) antara pimpinan dewan dengan pimpinan partai politik (parpol) telah rampung.
Diketahui, di tubuh DPC PPP Jepara terjadi dualisme kepemimpinan. Hal itu terjadi, karena pada awal Agustus lalu sebanyak 13 pimpinan anak cabang (PAC) PPP menggelar musyawarah cabang luar biasa (muscablub) di Semarang. Dalam muscablub itu, diputuskan jika ketua DPC PPP adalah Sutarjo. Sedangkan ketua yang lama, yaitu Ahmad Marzuqi dilengserkan dengan alasan tak mampu membawa roda organisasi lebih baik.
Namun, bola panas kisruh DPC PPP tak berakhir di muscablub. Kubu Amhad Mazuqi yang merasa ditusuk dari belakang, membawa persoalan itu ke DPP PPP dan mendapat restu tetap memimpin DPC PPP. Tetapi, kubu Sutarjo yang berbekal rekomendasi dari DPW PPP Jateng bersikukuh jika hasil muscablub tidak bisa diganggu gugat. (WAHYU KZ / ARIES BUDI)