Marquez Makin Cepat

SILVESTONE  – Pembalap Honda Marc Marquez tampil gemilang untuk menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas pertama. Sementara itu tiga rival utama Marquez memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
Melahap 16 lap, Marquez mencatatkan waktu terbaik dengan 2 menit 3,208 detik di lintasan Sirkuit Silverstone yang tuntas pada Jumat (29/8), kemarin. Sang juara bertahan unggul 0,661 detik dari pembalap Pramac Andrea Iannone di belakangnya.
Andrea Dovizioso yang menggeber Ducati mengakhiri sesi di urutan ketiga. Dalam 15 lap yang dilakoninya, pembalap Italia ini mencetak waktu 2 menit 4,052 detik.

Lanjutkan membaca

Evaldo Kehilangan Ban Kapten

JEPARA – Ada yang beda dari beberapa pertandingan terakhir yang dilakoni Persijap, yakni ban kapten yang ada di lengan pemain. Selama ini ban kapten tersebut lekat dipake di lengan tangan Evaldo Silva de Asis. Tapi sejak lanjutan kompetisi musim ini usai libur panjang lalu, ban kapten ada di lengan pemain belakang lainnya, Fauzan Jamal.
Terhitung 15 Agustus lalu, atau tepatnya saat melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, jabatan kapten sudah disandang Fauzan. Lantaran, pada laga tersebut Evaldo harus menjalani hukuman akumulasi kartu.
Dari pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Persijap 1-0 tersebut, kepemimpinan Fauzan dinilai pelatih Yudi Suryata cukup berhasil. Sejak saat itu dua laga tur Bandung melawan Persib dan Pelita Bandung Raya, hingga pertandingan melawan Persegres Gresik dua hari lalu, ban kapten tetap berada di lengan pemain bernomor punggung 12 itu.

Lanjutkan membaca

Tanggungan Persiku Capai Rp 411 Juta

KUDUS – Manajemen Persiku harus memutar otak lebih kencang. Selain persiapan berliga  di Divisi I, mereka harus secepatnya melunasi tunggakan sebesar Rp 411 juta. Apalagi, tunggakan tersebut termasuk gaji pemain dan pelatih yang belum terbayarkan.
Manajer Persiku Agus Imakudin mengatakan, saat ini tunggakan gaji pemain memang masih menyisakan satu bulan gaji. Rencananya, sebelum pemain kembali ke daerah masing-masing pelunasan akan dibayarkan.
”Secepatnya kami bayar. Kalau sudah ada uang kami akan memberikan hak tersebut. Apalagi, ini berkaitan dengan pemain,” katanya.
Ia mengatakan, selama kompetisi bergulir Persiku memang mendapatkan beberapa suntikan dana dari sejumlah sponsor. Di antaranya Bank Jateng yang mengglontorkan dana sebesar Rp. 100 juta. Sedangkan sponsor lain, seperti halnya, Nojorono, KSP Logam Mulia, dan Pura masing – masing mendonasikan Rp 20 juta untuk Persiku. Namun suntikan dana tersebut tak mampu menyehatkan keuangan Macan Muria.

Lanjutkan membaca

Kodim Juarai Sukun Cup

KUDUS – Kodim 0722 Kudus akhirnya berhasil keluar sebagai juara Sukun Cup 2014. Mereka berhasil mengalahkan Polres Kudus di United Futsal Stadium Kudus, Kamis (28/8) malam. Dengan demikian, keinginan juara Polres kandas, usai kalah dalam laga final futsal, dengan skor 4-2.
Sebenarnya, baik Polres maupun Kodim bermain sangat baik. Serangan demi serangan tak henti-hentinya saling dilancarkan. Kuatnya masing-masing lini belakang, menjadi faktor kandasnya serangan.
Kodim lebih beruntung. Karena mereka mampu secara jeli memanfaatkan peluang. Terbukti, Kodim mampu berbicara banyak di babak pertama. Tiga gol berhasil masuk. Sedangkan Polres hanya mampu mencetak dua gol. Sampai berakhirnya babak pertama, skor 3-2 tidak juga berubah.

Lanjutkan membaca

SPS Serap Intensitas Cahaya Matahari Lebih Optimal

Lima mahasiswa ITS Surabaya, berkolaborasi menciptakan inovasi panel surya yang dinamai “Smart Solar Panel System” (SPS).
”SPS buatan kami mampu menyerap intensitas cahaya matahari lebih optimal,” kata anggota tim mahasiswa ITS, Rizky Nafiar Rafiandi di kampus setempat kepada Antara.
Selain Rizky, tim ini terdiri Muhammad Adhijaya S, Muhammad Fadli Azis, Evandro Aditia Sinuraya, dan Nor Ain Firdaus. Karya mereka pun lolos mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-27 di Universitas Diponegoro, Semarang, akhir Agustus ini.
Dengan dana sebesar Rp 9 juta dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, tim mahasiswa ITS justru dapat menciptakan dua inovasi untuk panel surya. Kedua inovasi yang diciptakan tim adalah lensa fresnel, yang dipadukan dengan solar tracker. Solar tracker adalah alat pengatur otomatis posisi panel surya, agar mampu mengikuti arah datangnya sinar matahari.

Lanjutkan membaca

Sapi Pemakan Sampah Jangan Dikonsumsi

KOTA SEMARANG – Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah diimbau tidak mengonsumsi daging, dari sapi yang digembalakan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Karena sapi tersebut memakan berbagai jenis sampah, sehingga membahayakan kesehatan tubuh manusia.
”Bisa dikatakan, daging sapi pemakan sampah yang disinyalir marak beredar menjelang Idul Adha itu kurang layak dikonsumsi masyarakat. Karena di dalamnya terkontaminasi berbagai jenis logam berat,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Whitono, dikutip Antara, Jumat (29/8).
Menurut dia, sapi yang digembalakan di TPA dan akan diperjualbelikan, harus dinetralisir paling tidak satu hingga dua bulan, dengan diberi pakan yang normal. Namun hal tersebut tidak menjamin sapi akan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Ia menjelaskan, para pemilik sapi yang menggembalakan hewan ternaknya di TPA itu sangat menguntungkan bagi yang bersangkutan. Karena tidak perlu susah-susah mencari pakan dan tanpa biaya.

Lanjutkan membaca

Jamu Berbahaya Diamankan

KOTA SEMARANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang mengamankan berbagai jenis obat tradisional (jamu) yang mengandung bahan berbahaya. Selain itu, BBPOM juga mengamankan ratusan jenis kosmetik ilegal, dengan nilai total mencapai Rp 289 juta.
Jamu berbahaya dan kosmetik ilegal itu beredar bebas dipasaran, dan diamankan dari sejumlah pedagang di berbagai daerah di Jateng. Kepala BBPOM Semarang Agus Prabowo mengatakan, jamu berbahaya dan kosmetik ilegal itu diamankan dalam operasi gabungan yang diselenggarakan selama dua hari 27-28 Agustus 2014.
”Operasi tingkat nasional itu digelar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Boyolali, Kota Magelang, Surakarta dan sekitarnya,” katanya, dikutip Antara, Jumat (29/8).

Lanjutkan membaca

Warga Kemiri Keluhkan Ulah Ketua BPD

GROBOGAN – Warga Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, mengeluhkan ulah oknum Ketua  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ashari. Pasalnya, ketua BPD tersebut sering melakukan tindakan yang di anggap tidak mencerminkan sebagai ketua lembaga desa. Salah satunya terkait pungutan liar (pungli) terhadap rekanan pembangunan jalan desa.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Kemiri yang enggan disebutkan namanya mengatakan, perilaku ketua BPD yang dinilai arogan tersebut menjadi perbincangan warga. Antara lain terkait adanya dugaan praktik pungutan liar terhadap rekanan pembangunan pelebaran jalan Desa Kemiri yang didanai APBD Kabupaten Grobogan.
Menurut dia, jabatan ketua BPD kerap dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi bukan untuk masyarakat.”Seharusnya sebagai ketua BPD merupakan amanah yang dia emban, dan melaksanakannya dengan baik dan bertanggungjawab. Bukan melanggar etika dan peraturan,” ujarnya.

Lanjutkan membaca

Pembeli Kecewa BBM SPBU Kerap Kosong

GROBOGAN – Sejumlah warga di Kabupaten Grobogan kecewa terhadap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Keamatan Godong, Gubug, dan Penawangan.  Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir persediaan bahan bakar minyak (BBM)  bersubsidi di beberapa SPBU tersebut kerap kosong.
Salah satu warga asal Manggarmas, Kecamatan Godong, Nur Ahmad, mengaku kecewa saat hendak membeli premium di SPBU Godong, ternyata sudah habis. Padahal saat itu tidak sedikit warga yang telah antre untuk membeli premium dan solar bersubsidi. Sehinga para calon pembeli terpaksa pulang dengan kendaraan tanpa bahan bakar.
”Kendaraan saya kehabisan premium. Saat masuk SPBU justru habis, sehingga terpaksa membeli di eceran dengan harga selisih antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per liter dari harga di SPBU,” katanya.
Pengawas SPBU Mrapen, Sugiyono menyebutkan, pihaknya mendapatkan jatah premium bersubsidi sebanyak 48 tonliter dan solar 32 tonliter setiap satu minggu sekali. Sedangkan BBM jenis pertamax sebanyak 8 tonliter tiap tiga bulan sekali. Sehingga saat stok habis namun Pertamina belum mengirim jatah, maka SPBU terpaksa tidak beroperasi atau tutup sementara.

Lanjutkan membaca

Produksi Gula Terhenti Akibat Mesin Produksi Rusak

BLORA – Mesin produksi gula milik Pabrik Gula (PG) Blora yang dikelola PT Gendhis Mulyi Manis (GMM), kembali ngadat. Akibatnya, produksi gula dari hasil panen tebu petani kembali terhenti. Hal itu menyebabkan antrean panjang tebu, menumpuk di pabrik tersebut yang berada di Desa Todanan tersebut.
”Mesin kami sedang black-out. Jadi, kami terpaksa berhenti produksi,” kata GM PT GMM Edy Winoto, Jumat (29/8).
Menurut Edy, kerusakan tersebut terjadi setelah pabrik kembali beroperasi pada 25 Agustus lalu. Sebab, hampir satu bulan sejak bulan Juli lalu pabrik terus beroperasi tanpa henti. Selain itu, kapasitas giling juga ditambah seiring dengan selesainya dua blower pabrik.

Lanjutkan membaca

KPH Jaga Jati Siap Panen

BLORA – Petugas dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, secara khusus menjaga pohon jati yang siap ditebang. Regu khusus dari KPH Randublatung disiapkan, untuk menjaga dan mengawasi pohon jati tersebut.
”Kami sudah membentuk regu khusus, untuk mengamankan jati yang siap tebang itu. Mereka bertugas secara khusus, untuk mengawasi sekitar 502 hektare kayu jati yang sudah diteres di sepuluh Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH),” kata Administratur KPH Randublatung Herdian Suhartono, Jumat (29/8).
Herdian menambahkan, biasanya, jati yang akan tebang akan diteres dengan cara dilubangi batang bagian bawah secara melingkar. Hal itu dilakukan, untuk menghilangkan kadar air di pohon jati. ”Proses tersebut bisa memakan waktu cukup lama, sebelum pohon jati ditebang,” imbuhnya.

Lanjutkan membaca

Penjualan Tembakau Kualitas Rendah Dipantau

REMBANG – PT Sadana Arif Nusa memberikan lampu hijau kepada petani tembakau di wilayah Rembang, untuk menjual tembakau yang tak terbeli (reject) kepada perusahaan lain. Namun perusahaan mitra petani tembakau itu meminta agar penjualan tembakau berkualitas rendah tersebut, wajib dilakukan atas sepengatahuan petugas pengawas lapangan (PPL).
Permintaan diluncurkan setelah Sadana memutuskan memperbolehkan petani tembakau di Rembang untuk menjual tembakau yang ditolak permanen ke pihak lain.
Manajer Area PT Sadana Arifnusa Rembang Dedi Kusmayadi  mehatakan, penjualan dengan pengawasan PPL bertujuan untuk memastikan, bahwa tidak ada tembakau kualitas baik yang dijual ke pihak lain. Sebab ketika pihak lain membeli tembakau reject, maka tembakau yang bagus juga akan dinego untuk dibeli.

Lanjutkan membaca

Warga Babagan Geruduk Warkop Karaoke

REMBANG – Puluhan warga Desa Babagan, Kecamatan Lasem, menggruduk salah satu warung kopi dan karaoke di desa setempat, Kamis (28/8) malam. Aksi tersebut dilakukan lantaran warung yang berada di tengah pemukiman warga itu, kerap dijadikan tempat pesta minuman keras. Sehingga warga resah dan meminta pemilik warung menutup warung.
”Warung itu tidak hanya menjual kopi, namun juga menyediakan minuman keras dan tempat karaoke. Sehingga warga sekitar merasa resah dan memutuskan untuk menggelar aksi protes,” ujar Kepala Desa Babagan Sukari, sekaligus memimpin aksi tersebut.

Lanjutkan membaca

Dewan Didesak Laporkan Kekayaan

PATI – Kalangan DPRD Pati yang baru dilantik beberapa waktu lalu, didesak untuk segera melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini sebagai sarana untuk menunjukkan komitmen dewan, dalam pemberantasan korupsi.
Ketua LBH Nasional Masykuri menyatakan, legislator masuk dalam kategori penyelenggara negara. Sehingga diwajibkan mengirimkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada pihak terkait.
Hal itu menurut dia, sesuai dengan UU No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN. Kemudian, keputusan KPK Nomor KEP.07/KPK/02/2005 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pemeriksaan dan Pengumuman LHKPN.
”Laporan harta kekayaan itu, hendaknya dilaporkan selambat-lambatnya dua bulan setelah dilantik. Jenis form LHKPN terdiri dari dua jenis, model A bagi pihak yang belum pernah melakukan pelaporan ke KPK. Sedangkan bagi anggota dewan yang terpilih kembali atau sempat menjadi pejabat, maka diharuskan mengisi form jenis B,” katanya, Jumat (29/8).

Lanjutkan membaca

PKL Dibagi 2 Zona

PATI – Pemkab Pati akan membagi pedagang kaki lima (PKL) dalam dua zona untuk berjualan, yakni zona kuning dan zona hijau. Dua zona itu, masuk dalam rancangan peraturan bupati (perbup), sebagai penjabaran atas Perda tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, yang telah disahkan DPRD beberapa waktu lalu.
Dalam rancangan perbup itu, pemkab menyiapkan tiga zona khusus. Tiga zona itu, yakni zona merah, kuning dan hijau. Khusus untuk zona merah merupakan zona larangan bagi PKL untuk berjualan. Sehingga PKL di Pati hanya diperbolehkan berjualan di dua zona, yakni kuning dan hijau.
Kasi Sarana dan Prasarana Perdagangan pada Disperindag Pati Sutrisno mengatakan, di zona kuning PKL boleh berjualan namun tak boleh mendirikan bangunan secara permanen maupun semi permanen. Sementara zona hijau, merupakan kawasan khusus untuk PKL.

Lanjutkan membaca

K2 Tak Lolos Diminta Verifikasi Data

JEPARA – Tenaga honorer kategori dua (K2) Kabupaten Jepara diminta Badan kepegawaian daerah (BKD) setempat, untuk melakukan verifikasi dan validitasi data. Mereka diberi tenggang waktu, sampai Senin (01/09) pekan depan. Hal itu mengacu pada surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) perihal penanganan tenaga honorer K2 yang dinyatakan lolos seleksi.
Kepala BKD Jepara Abdul Syukur mengatakan dalam surat tersebut dijelaskan, tenaga honorer K2 yang tak lolos seleksi segera melakukan verifikasi dan validasi data. Hal itu sesuai dengan PP 56 Tahun 2012, dan disertai surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM). Nantinya, data validasi itu, akan disamapaikan ke Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sebagai bahan analisa dan pertimbangan perumusan kebijakan selanjutnya. 
”Di Jepara, ada sekitar 1.040 K2 yang tak lolos seleksi CPNS lalu. Mereka semestinya melakukan verifikasi dan validasi data, untuk memenuhi surat tersebut. Bagaimana proses selanjutnya, itu terserah kementerian. Kami hanya bertugas mengirimkan data yang ada,” kata Syukur, kemarin.

Lanjutkan membaca

DPRD Tak Ikut Campur Terkait Kisruh DPC PPP

JEPARA – DPRD Jepara tak ingin terlibat di dalam permasalahan atau kisruh, yang saat ini melanda di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jepara. Meski sedikit memengaruhi kinerja di dalam lembaga legislatif, namun DPRD tak ingin terjebak di dalam kisruh DPC PPP Jepara yang tak kunjung usai itu.
Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua DPRD (sementara) Dian Kristiandi, ketika ditanya soal kisruh yang sedang melanda DPC PPP Jepara. Terlebih lagi, saat ini dewan tengah membentuk alat kelengkapan DPRD untuk membahas tata tertib (tatib) DPRD. Bahkan, surat undangan yang berisi undangan untuk membahas hal itu, ditujukan kepada kantor DPC PPP Jepara, dan bukan kepada salah satu kubu.
”Kami tidak ingin mencampuri masalah rekan-rekan di DPC PPP. Itu kan masalah internal, dan saya tidak ingin ikut campur,” kata Dian kepada Koran Muria, kemarin.
Menurut Dian, kisruh yang terjadi di DPC PPP Jepara seharusnya persoalan tersbeut bisa diselesaikan di tingkal internal. Sehingga, tidak mengganggu proses di lembaga legislatif.

Lanjutkan membaca

Percetakan Stop Produksi Buku Kurikulum

KUDUS – Buku Kurikulum 2013 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga kini belum juga sampai di kantor Pos Kudus. Padahal, buku kurikulum untuk SMP, SMA dan SMK, beberapa buku sudah terdistribusikan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus Hadi Sucipto mengatakan, pihaknya hanya menjadi penyambung sekolah  dan pemerinta provinsi saja. Tugas dinas kabupaten hanya mengkomunikasikan kepada pemerintah provinsi terkait keterlambatan tersebut.
”Ada kabar dari PT Pos, rekanan yang memenangkan tender mencetak buku Kurikulum SD tidak bisa melanjutkan produksi. Pencetakan buku akan dilimpahkan Ke PT Pura Kudus. Namun untuk kebenarannya kami belum tahu,” kata Hadi, kepada Koran Muria, kemarin.
Menurutnya, keterlambatan buku kurikulum diakui berimbas kepada proses belajar mengajar di Sekolah. Hanya saja, proses belajar mengajar tidak dapat ditinggalkan. Sehingga pihak dinas kembali menghimbau kepada sekolah supaya dapat menggunakan buku ajar yang lama dan menggunakan materi dalam CD Kurikulum 2013.

Lanjutkan membaca

Jenglot Perempuan Kabur, Warga Kelimpungan

KUDUS – Kabar mengejutkan datang dari RT 5/RW 1, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota. Satu dari dua jenglot yang ditemukan, yang diyakini berjenis kelamin perempuan, diketahui ”kabur”. Saat ini, warga kelimpungan untuk mencarinya kembali.
Kepala Desa Kaliputu Suyadi mengatakan kaburnya jenglot tersebut terjadi pada Kamis (28/8) lalu. Sekitar pukul 13.00 WIB, jenglot itu masih menjadi tontonan warga. Keduanya juga masih ada.”Setelah itu, waktu saya pulang dari rumah Edi, sekitar pukul 13.30 WIB, saya dikabari jika jenglot yang perempuan menghilang. Setelah saya cek kembali, ternyata benar bahwa jenglot yang tersisa hanya yang laki-laki,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, beberapa orang warga menangkap sepasang jenglot di depan rumah Edi Mulyono, warga RT 5/1, Desa Kaliputu. Jenglot dengan jenis kelamin perempuan, ditangkap terlebih dahulu pada Selasa (25/8) dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan jenglot laki-laki, ditangkap pada Rabu (27/8) dinihari, kurang lebih pukul 01.30 WIB.

Lanjutkan membaca

Situs Patiayam Butuh Rp 100 M

KUDUS – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Kudus Sunardi menyatakan, pembangunan museum purbkala Situs Patiayam membutuhkan anggaran sebesar Rp 100 miliar.
Menurutnya, saat ini dinas mulai menata tampat fosil purbakala di Patiayam. Namun pihaknya akan melakukan pembangunan secara bertahap. Sesuai dengan dana yang tetrsedia dan kebutuhan museum.
”Tidak bisa langsung bagus dan besar. Sebab untuk mendapatkan dana sebesar Rp 100 miliar itu tidak mudah. Jadi kami gunakan sistem prioritas, seperti penataan fosil, tempat fosil dan lain sebagainya,” ujarnya kepada Koran Muria, Kamis (29/8).
Berdasarkan kebutuhan yang ada, kata dia, Disbudpar lebih memprioritaskan kepada pembangunan gedungnya dan tempat fosil. Sebab untuk menempatkan fosil yang berusia ribuan tahun, membutuhkan tempat yang khusus supaya fosil dapat beratahan lama dan awet.

Lanjutkan membaca

Pasokan BBM Normal Kembali

KUDUS – Kabid Perdagangan dalam Negeri pada Dinas perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Kudus Sofyan Dhuhri menyatakan, sejak 25 Agustus lalu pasokan bahan bakar minyak (BBM) telah dinormalkan. Masyarakat diminta tidak panik menyikapi kebijakan pembatasan BBM sebelumnya.
”Saat ini sudah normal. Jika di sejumlah SPBU masih ada kekosongan, itu karena masih dalam proses pengiriman. Masyarakat kami minta tidak panik dan membeli stok BBM berlebihan,” ujar Sofyan saat jumpa pers, Jumat (29/8).
Menurutnya, kebijakan pembatasan BBM jenis solar dan premium dimulai pada 11 Agustus lalu. Meski dibatasi, Pertamina masih mengirimkan BBM dua jenis itu setiap hari. Hanya saja jumlahnya terbatas dan berkurang, selain itu waktunya juga tidak bisa bersamaan.

Lanjutkan membaca

Karena Tidak Ada yang Melindungi

KUDUS – Bendahara (non-APBD) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Nor Kasihan akhirnya angkat bicara seputar kasus yang membelit dirinya. Dia mengaku jika selama ini sudah terdzalimi dan dibiarkan terjun bebas.
Nor Kasihan mengaku akhirnya mau berbicara, setelah mendengar jika dirinya diadukan ke Polres Kudus terkait dengan dugaan penyalahgunaan wewenang, dalam pencairan dana bantuan bencana yang diberikan Tohir Foundation untuk korban bencana longsor di Kabupaten Kudus, awal tahun 2014 kemarin.
”Uang itu masih ada sama saya. Tidak kemana-mana. Tidak saya makan, karena kalau saya melakukan itu, berarti saya makan barang haram. Masih ada sama saya. Dan saya berniat untuk mendatangi kepala BPBD pada Minggu (31/8) untuk melakukan mediasi akan hal ini. Tapi malah sudah diadukan ke polisi,” terangnya kepada Koran Muria, kemarin (29/8).
Sebagaimana diketahui, Nor Kasihan adalah bendahara (non-APBD) BPBD Kudus. Dia adalah satu dari tiga tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan logistik bencana tahun anggaran 2012, yang sampai saat ini masih ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus.

Lanjutkan membaca

Cendekiawan di Tengah Heboh Pilpres

Oleh: Fungsionaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Tengah

 

Heboh politik dalam pemilihan presiden (pilpres) kali ini memang tidak bisa dilepaskan dari gerak kaum cendekiawan.  Mereka ramai-ramai menjadi tim sukses atau pemenangan calon presiden, melakukan survei, hitung cepat, menggiring opini publik, bahkan sampai melakukan kampanye hitam. Ada gejala integritas dan moralitas kaum cendekiawan sudah tergadaikan. Kaum cendekiawan sudah banyak yang berlabuh dalam pusaran politik kekuasaan. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan.
Padahal seharusnya cendekiawan adalah orang yang memiliki ciri-ciri bermoral tinggi (termasuk di dalamnya orang yang bergelar akademik), beriman, berilmu, ahli/pakar, memiliki kepekaan sosial, peduli terhadap lingkungan, hati-hati penuh pertimbangan, jujur, rendah hati, adil, dan bijaksana.  Mengacu pada pendapat Julien Benda, cendekiawan sejati merupakan “semua orang yang kegiatannya pada intinya bukanlah mengejar tujuan praktis, tetapi yang mencari kegembiraan dalam mengolah seni atau ilmu atau renungan metafisik. Mereka menolak gairah politik dan komersialisasi.
Bung Hatta menggambarkan fungsi dan peran cendikiawan yaitu sebagai kaum intelektual yang mempunyai tanggung jawab moral terhadap perkembangan masyarakat. Apakah ia duduk di dalam pimpinan negara dan masyarakat atau tidak, ia tidak akan terlepas dari tanggung jawab itu. Sekalipun berdiri di luar pimpinan, sebagai rakyat ia harus menegur dan menentang perbuatan yang salah, dengan menunjukkan perbaikan menurut keyakinannya.
Cendekiawan dituntut menjadi agen perubahan dan pengontrol kebijakan pemerintah agar selalu berpihak pada rakyat kecil dan menjadi moral oracle (orang bijaksana penjaga moral) sekaligus menjadi penyambung lidah rakyat untuk menyampaikan prinsip-prinsip moral. Kaum cendikiawan mengambil jarak dengan proses-proses politik, bukan sebaliknya menggunakan kemampuan intelektualnya untuk mendukung kubu politik tertentu. Cendekiawan memainkan peranannya secara profesional, bebas dari keberpihakan kepentingan individual dan kelompok. Satu-satunya keberpihakan cendekiawan adalah kepada nilai-nilai keadilan, keobyektifan/ keapa-adaan, konsistensi, kesistematikan, kearifan, dan nilai-nilai normatif keilmuan lainnya yang bebas dari interes-interesan.

Lanjutkan membaca