Tempat Wisata Diminta Jaga Keamanan

KUDUS – Libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke lokasi wisata. Pemilik atau pengelola tempat wisata, diharapkantetap memprioritaskan faktor keamanan dan keselamatan dari pengunjung yang datang tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Sunardi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Sancaka Dwi Supani mengatakan, keselamatan pengunjung adalah nomor satu. ”Itu adalah satu hal yang tidak bisa ditawar. Pengunjung harus terjamin keselamatannya,” terangnya, kemarin.

Misalnya saja pengunjung yang datang ke tempat wisata semacam waterboom. Sancaka mengatakan tempat wisata yang sangat disukai anak-anak ini, juga rentan dengan adanya unsur-unsur yang bisa membahayakan pengunjungnya.

”Apalagi jika pengunjungnya membeludak, ya. Jika tidak hati-hati, bisa saja kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya, pengelola harus ekstra waspada dalam hal ini. Memperhatikan keselamatan pengunjung adalah satu hal yang sangat penting dan harus dilakukan,” tegasnya.

Menurut Sancaka, keselamatan dan keamanan adalah satu dari tujuh Sapta Pesona yang selama ini menjadi tagline dunia pariwisata di Indonesia. Ketujuh hal itu adalah Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan. ”Jangan sampai salah satunya itu hilang. Kalau sudah tidak aman, bagaimana pengunjung akan membawa kenangan yang indah dari tempat wisata yang bersangkutan,” jelasnya.

Termasuk juga, sebagaimana dikatakan Sancaka, pengelola maupun pengunjung tempat wisata, juga harus memperhatikan norma-norma atau adat istiadat yang berlaku di wilayah tersebut. Misalnya saja soal pertunjukan musik, baik itu pertunjukan musik dangdut ataupun jenis musik lainnya.

”Kalau memang adat istiadat atau norma orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya itu tidak menerimakan hal itu, ya sebisa mungkin tidak usah nanggap. Jangan sampai dipaksakan. Nanti malah tidak akan baik jadinya,” katanya.

Untuk perayaan Lebaran Ketupat atau Syawalan yang biasanya hadir sepekan setelah hari Lebaran, menurut Sancaka, akan digelar beberapa acara di beberapa wilayah di Kudus ini. Termasuk juga yang paling menyita perhatian adalah Parade Sewu Kupat, yang diadakan di Desa Colo, Kecamatan Dawe.

”Kemudian ada Tradisi Bulusan, Pesta Lomban Kesambi, Tradisi Ndayung di Tanjungrejo, Kupatan Wonosoco, Kupatan Sendang Jodoh, pertunjukan seni dan budaya di Taman Kridha Wisata, dan pertunjukan orkes melayu di Museum Kretek. Semua akan bisa disaksikan pada tanggal 4 Agustus mendatang,” terangnya.

Di sisi lain, Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko melalui Kasat Sabhara AKP Sukadi mengatakan, pihaknya akan menyiagakan puluhan personel untuk mengawal jalannya tradisi Kupatan tersebut. ”Kami sudah siap dengan personel kami untuk menjaga situasi keamanan yang ada. Ini penting untuk menjaga situasi Kudus agar tetap kondusif,” imbuhnya. (Merie)