Tak Lengkap Jika Tak ”Nggandul”

PATI – Saat mampir di Kabupaten Pati, ada yang kurang rasanya jika tidak mencicipi makanan khas Bumi Mina Tani, yakni nasi gandul. Makanan berkuah kehitaman itu, sangat terkenal hingga ke seantero Indonesia.

Di bumi Pesantenan, bakal dengan sangat mudah menemukan penjual nasi gandul. Mereka menyebut nasi gandul yang dijual merupakan khas dari Desa Gajahmati, salah satu desa di Kecamatan Pati Kota. Orang Pati pun menggemari makanan ini, dan dalam beberapa perayaan, serasa kurang komplit jika tidak nggandul (makan nasi gandul).

Salah satunya, warung makan nasi gandul Bu’ Siti, yang sudah tidak asing bagi, masyarakat di Pati. Berbeda dari warung nasi gandul pada umumnya, warung Bu’ Siti, baru mulai buka saat tengah malam, yakni sekitar pukul 00.00 WIB. 

Meski demikian, banyak pelanggannya yang rela menunggu hingga hampir pagi, untuk menikmati nasi gandul olahan Bu Siti tersebut. Warungnya berada di Jalan Pangeran Diponegoro Pati, atau persis di belakang halte bus Puri.

Lokasi tersebut cukup strategis, karena berada di pinggir jalan utama pantura Pati-Rembang, dan sudah 25 tahun terakhir menjadi tempat jujugan pecinta gandul. Resep yang digunakan tak jauh berbeda, namun Bu Siti lebih menitik beratkan pada bumbu kuah santan dan sambal merah.

Hampir sama dengan penyajian nasi gandul pada umumnya, Bu Siti menyajikan gandul, dengan alas daun pisang, sehingga menciptakan cita rasa tersendiri. Termasuk sendoknya pun menggunakan daun pisang atau suruh.

Setiap hari Bu Siti menghabiskan puluhan kilogram daging sapi untuk dijajakan. ”Pada hari biasa, sedikitnya membutuhkan 10 kg daging sapi, namun mendekati Lebaran bisanya bisa naik dua kali lipat. Dan pada pagi sekitar pukul 07.00 WIB dagangan sudah habis,’’ terangnya.

Cita rasa nasi gandul buatan Siti ini, tampaknya memiliki penggemar sendiri bagi para pelanggannya. Seperti yang diarasakan Sukardi, salah satu penikmat nasi gandul. 

”Nasi Gandul buatan Bu Siti ini, rasanya lebih nggandul gimana gitu. Terlebih dalam penyajiannya masih hangat,’’ ujarnya di sela-sela menikmati hidangan Nasi Gandul Bu Siti.

Untuk menikmati satu porsi Nasi Gandul, tak perlu membayar dengan mahal. Cukup dengan merogoh uang Rp 9.000 sudah mendapatkan satu porsi nasi gandul, ditambah lauk daging dan sebuah tempe kering, dan segelas teh hangat. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)