Sensasi Cita Rasa Horog-Horog

JEPARA – Bagi masyarakat Kabupaten Jepara, kuliner horog-horog sudah tidak asing lagi. Makanan warisan nenek moyang masyarakat Bumi Kartini ini merupakan menu istimewa, karena cocok dipadukan dengan beberapa jenis makanan lain. Antara lain pecel, bakso, sate, bahkan dapat dijadikan variasi untuk berbagai jenis minuman.

Sensasi rasa dari makanan berbahan tepung sagu ini semakin terasa di lidah saat berpadu dengan sayur atau minuman. Cara masyarakat Jepara mengolah dan menyajikan horog-horog sangat beragam. Selain dapat dimakan tanpa campuran bumbu, sayur, atau menu lain, horog-horog juga kerap dijadikan makanan pengganti nasi. 

Meskipun pedagang horog-horog di Kota Ukir terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner itu di Kota Ukir tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog-horog. Bahkan warung-warung makandi sejumlah daerah di Jepara, juga menyediakan horog-horog dalam berbagai olahan. Salah satunya warung makan Bandiyah yang berlokasi di RT 2/RW1 Desa Bulu, Kecamatan Jepara.

Selain menjual pecel sayur dan tahu, warung sederhana itu juga menyajikan horog-horog. sebagai menu andalan. ”Sesuai dengan permintaan pembeli. Jika ada yang menginginkan nasi pecel ada, horog-horog campur pecel juga ada. Tergantung selera pembeli, karena semuanya enak,” ujar Bandiyah.

Harga makanan bertekstur lembut ini terjangkau semua kalangan. Dengan mengeluarkan Rp 15 ribu, kita mendapatkan 30 potong horog-horong siap konsumsi. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000. 

Salah seorang penggemar horog-horog Ferdy, mengaku suka makan horog-horog dicampur dengan pecel atau bakso. Sehingga saat makan siang maupun sarapan, warga Desa Batealit ini sengaja memilih warung makan yang menyediakan horog-horog. (Wahyu KZ / Sumarni)