Sayur Mrico, Pedasnya Pas di Lidah

Bagi para pencinta kuliner nusantara terutama meu ikan laut dan bercitarasa pedas, sayur mrico khas Rembang mungkin sudah tidak asing lagi. Jika anda ingin merasakan sensasi makanan dengan rasa pedas yang bersahabat, tak ada salahnya jika anda datang saja ke warung Mrico Bu Waji. Warung sederhana yang berlokasi di depan Klenteng Siang Seng Bo, RT 01 RW 01 Desa Tasikagung, Kecamatan/Kabupaten Rembang tersebut, menawarkan menu utama sayur mrico. 

Sayur dengan kombinasi rasa pedas, asin, dan asem ini menjadi makanan favorit masyarakat pesisir pantai utara Rembang, terutama para nelayan. Pedasnya kuah bercampur cabai dan lada atau merica memberikan sensasi rasa yang khas. Rasa pedasnya tidak terlalu “menendang” namun bersahabat dan pas di lidah. 

Selain kuahnya yang menumbuhkan semangat, rasa gurih ikan lautnya kian menambah nikmat makanan berbahan dasar ikan laut itu. Selain puas dengan rasa gurihnya, dijamin pasti anda berkeringat usai menyantapnya. 

Untuk menuju warung Mrico Bu Waji tidaklah sulit. Saat tiba di Jembatan Karanggeneng Rembang, berbeloklah ke arah Tempat Pelelalangan Ikan (TPI) Tasikagung. Sekitar 100 meter dari jalan pasti anda akan menemui warung yang sudah ada sejak tahun 1985 itu.

//Ikan Manyung Menjadi Primadona

Pemilik Warung Mrico, Bu Suwaji (61) mengatakan, sayurnya dinamai sayur mrico karena memang mrico menjadi bumbu utama untuk menghasilkan rasa pedas. Selama 29 tahun berjualan Sayur Mrico, para pelanggannya tidak hanya dari warga Rembang, ada pula dari Yogjakarta, Semarang, Jakarta, Magelang, Purwokerto dan sejumlah daerah lainnya. Mereka datang jauh-jauh hanya untuk menikmati sayur Mrico hasil racikannya.

”Saat ini memang banyak rumah makan yang menyediakan Sayur mrico, namun yang khas hanyalah di Rembang. Untuk memperoleh citarasa yang khas harus didukung dengan bumbu yang komplit, selain itu ikan yang dipilih juga harus benar-benar ikan laut yang segar,” tutur wanita kelahiran Rembang, 24 Juli 1953 itu, kemarin.

Nenek yang telah memiliki 7 orang cucu ini juga mengatakan, ikan laut yang bisa dipadukan dengan sayur mrico adalah ikan manyung, sembilang, dukang, dan kakap. Namun dari empat jenis ikan laut itu, ikan manyung menjadi primadona para penggemarnya. Untuk mendapatkan cita rasa khas, ikan itu harus dicuci menggunakan jeruk salam, jeruk purut, jahe dan air beras, setelah itu baru direbus hingga empuk. Kemudian kuahnya dibumbui rempah- rempah, cabai utuh, jahe, dan bumbu utama mrico. 

Resep memasak sayur mrico itu sederhana dan gampang. Kuncinya memang cara memasak ikan itu, dalam satu panci besar, ikan direbus cukup lama sampai buih-buih di kuahnya hilang agar tidak amis. Setelah ikan matang, bubuhi bumbu-bumbu penyedap seperti jahe, rempah-rempah. Jangan lupa, beri juga asem supaya kuahnya terasa menggigit. Untuk menambah rasa pedas, selain diberi mrico, sayur juga diberi cabai rawit tumbuk dan cabai utuh.

Untuk menikmati sayur mrico ini harganya cukup murah, harga satu porsi makanan tesebut hanya dibandrol Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Jika anda penasaran datang langsung saja ke Warung Bu Waji, meskipun warungnya tak semewah seperti restoran besar, namun jangan salah, seorang Bondan Winarno sudah pernah menyambangi warung pinggir sungai itu. Selain itu salah satu progam televisi “Santapan Nusantara” juga sudah pernah datang menyambangi warung Bu Waji

Warung mrico ini buka setiap hari, mulai pagi hari sekitar pukul 09.30 hingga pukul 22.00. Selain menyediakan sayur mrico, warung tersebut juga menyediakan beragam masakan ikan laut seperti udang, bawal goreng, hingga cumi-cumi. Karena dekat dengan pusat pengolahan ikan, ikan yang dimasak pun dijamin segar.

“Sayur mrico adalah makanan favorit para nelayan, meskipun setiap hari mereka selalu menikmatinya, namun mereka tidak pernah merasa bosan. Karena memang sayur mrico tidak mblengeri, karena mampu membuat orang tidak bisa bosan untuk menyantapnya,” katanya.  (Ahmad Feri/Sumarni)