Petis Mirip Gulai yang Tak Prengus

Pati juga mempunyai makanan khas berbentuk petis. Namun bukan seperti petis yang dimasukkan dalam tahu pong, namun petis ini merupakan makanan berkuah, pedas berbahan dasar daging dan balungan kambing.

Namanya petis Runting, yang diambilkan dari nama sebuah daerah di Pati bagian utara. Petis ini diberi nama itu, lantaran banyak warga Runting yang berjualan makanan pedas ini.

Saat hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha sejumlah warung penjual petis kambing di Runting selalu diserbu pembeli. Makanan ini mempunyai citarasa khas, yang jarang ditemui pada makanan lain.

Petis yang satu ini merupakan variasi masakan daging kambing yang hampir sama dengan gulai. Perbedaanya, petis kambing dicampur tepung beras dan rebusan daging.

Sekilas, menu ini seperti gulai, kuahnya sedikit gelap. Ada beberapa potong bagian kambing yang menyembul di kuah, namun kebanyakan gajih atau lemak serta tulang kambing. Umumnya, para penikmat petis kambing menyantapnya dengan sate kambing, tanpa nasi.

Bumbu untuk membuat petis kambing hampir sama dengan gulai, yaitu cabe, merica , jinten, bawang merah dan bawang putih. Namun ada tambahan bumbu lagi yaitu tepung beras dan gula jawa. Kambingnya juga harus kambing muda, sehingga tidak prengus, atau berbau menyengat. Kenikmatan petis kambing ini karena menggunakan resep kambing muda.

Salah satu penjual petis Runting yang terkenal yakni warung petis Pak Lasjan, di Desa Payang, Kecamatan Pati. Warung itu sudah sangat terkenal hingga ke beberapa daerah. Padahal awalnya, Lasjan adalah seorang teknisi listrik.

Ia kemudian berubah haluan dengan menggeluti usaha warung makan petis dan gulai kambing. Keputusan tersebut diikuti istrinya, Darmini yang dulunya menjadi pedagang pakaian keliling.

Setelah dua tahun membuka usaha baru, menu masakannya memikat ratusan pelanggan. Bukan hanya dari Pati, kini orang yang telah merasakan sedapnya menu di warungnya juga berasal dari Kudus, Rembang, Grobogan, dan Semarang. Mereka yang datang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari warga biasa, mahasiswa, pengusaha, hingga pejabat.

”Dari sebagian besar pelanggan yang datang, mereka mengaku lebih menikmati petis Runting buatan saya karena rasanya yang gurih dan tidak ada duanya. Selain makan di sini, banyak juga pelanggan yang memesan untuk membungkus dan dibawa pulang agar bisa dinikmati di rumah beserta keluarga,” imbuhnya.  (Syamsul Falak / Ali Muntoha)