Penyeberangan ke Karimunjawa Dibuka

JEPARA – Setelah ditutup untuk libur Lebaran selama dua hari (28-29/7), jalur penyeberangan menuju Karimunjawa kembali dibuka. Dari pantauan Koran Muria di lapangan, Kamis (31/7) penyeberangan dari Jepara menuju Karimunjawa semakin ramai hingga menjelang H+7 Lebaran. 

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jepara Sutana mengatakan pihaknya sengaja menutup jalur penyeberangan menuju Karimunjawa, di hari pertama dan kedua Lebaran. Hal itu dilakukan, untuk memberikan waktu kepada petugas dan awak kapal mempersiapkan sarana sebelum digunakan kembali.

”Pada H+3 Lebaran, penyeberangan sudah normal dengan tambahan trayek. Untuk jadwal penyeberangan KMP Siginjai mulai Rabu (30/7) lalu, dengan sistem pulang pergi. Ini sengaja dilakukan, untuk mengantisipasi arus mudik dan balik yang biasanya berlangsung mulai H+3,” katanya. 

Menurut Sutana, khusus puncak arus mudik menuju Karimunjawa terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ”Di H+5 Lebaran ini masih banyak pemudik dan didominasi arus balik dari Karimunjawa ke Jepara,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sutana menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan jumlah penumpang terjadi setelah hari raya. Hal itu berbeda dengan arus mudik di jalur darat, yang cenderung lebih ramai sebelum hari raya.

”Dua hari nanti, dari dermaga Pantai Kartini mungkin akan didominasi dengan para penumpang asal Jepara. Sementara, untuk penumpang dari dermaga Karimunjawa akan didominasi para wisatawan yang sebelum Lebaran lalu menyeberang ke Karimunjawa,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai pengamanan Lebaran, lanjutnya, di jalur laut sudah ada posko Lebaran laut. Salah satunya ditempatkan di dermaga Pantai Kartini. Selain itu, ada di Pantai Bandengan, Pantai Teluk Awur, dan Pulau Panjang.

”Kami mengimbau bagi masyarakat yang akan mudik melalui jalur laut ke Karimunjawa untuk berhati-hati. Terutama menyangkut keamanan barang bawaannya,” pungkasnya. (Wahyu KZ / Aries Budi)