Lebaran Tak Lengkap Tanpa Jenang

KUDUS – Saat Lebaran tiba, tak pas rasanya jika tanpa membawa oleh-oleh atau buah tangan camilan khas Kudus, jenang. Makanan terbuat dari beras ketan dan gula Jawa ini, telah menjadi salah satu ikon, selain rokok kretek.

Salah satu perusahaan pembuat makanan ini, yakni PT Mubarok Food Cipta Delicia. Perusahaan pimpinan Muhammad Hilmy ini, memiliki produk yang sangat terkenal, yakni Sinar 33 dan Jenang Mubarok. Bukan hanya di Kudus, Jenang Mubarok juga sangat dikenal di daerah lain. 

Pegawai di PT Mubarok Food Cipta Delicia Meilany mengatakan, masyarakat Kudus merasa tak lengkap jika tak menghidangkan jenang. Bahkan, warga di luar yang berkunjung ke Kudus saat Lebaran, merasa tak lengkap, tanpa membawa buah tangan produk Mubarok Food.

”Banyak sekali warga dari luar daerah yang berkunjung ke Kudus, membeli oleh-oleh jenang Mubarok. Rasanya tak lengkap tanpa membawa buah tangan jenang dari kami,” kata Meilany kepada Koran Muria, saat ditemui di kantor PT Mubarok Food Cipta Delicia, di Jalan Sunan Muria, Kudus, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, produk jenang dibuat Mubarok Food terdiri dari berbagai macam rasa. Di antaranya rasa durian dan rasa original. Selain makanan jenang, Mubarok Food juga membuat produk camilan lain. Di antaranya dodol berbagai rasa, dan coklat. Produk tersebut juga banyak diburu pembeli.

Dia menjelaskan, proses membuat jenang membutuhkan waktu yang lama. Setelah jenang matang dengan bahan yang disiapkan, jenang yang panas harus menunggu semalam. Jenang dimaksukkan kedalam ruangan pendingin, sebelum diris dan dimasukkan dalam kemasan.

Meilany mengatakan, menjelang Lebaran pusat oleh-oleh jenang di Jalan Sunan Muria itu padat pembeli. Karena ramai pembeli, pihaknya memasukkan karyawan dalam dua shift, yakni shift pagi dan shift siang. Penambahan jam kerja dilakukan karena banyaknya permintaan yang mencapai 100 persen.

”Mendekati Lebaran selalu banyak pembeli. Kami menyiapkan stok yang banyak. Bahkan kami sampai memasukkan tenaga pocokan untuk mengejar target selama bulan puasa ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, setiap Lebaran pihaknya membuat program khusus. Program yang diperuntukkan momen Lebaran itu dimulai sejak satu minggu menjelang Lebaran hingga satu minggu setelah Lebaran. ”Setiap tahun program Lebaran selalu kami gelar. Hal ini sudah menjadi tradisi bagi perusahaan kami untuk menyiapkan program khusus bagi masyarakat di Kudus dan luar Kudus untuk membeli jenang sebagai oleh-oleh” paparnya. 

Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan masyarakat sekitar perusahaan untuk ikut menjualkan produknya. Hal itu dilakukan agar toko tidak terlalu dipenuhi pengunjung, dan mereka dapat membeli produk yang sama kepada masyarakat yang ikut berjualan. 

”Untuk itu kami menyediakan beberapa stan di depan toko. Stan yang kami sediakan menggunakan tratak, meja dan kursi untuk masyarakat yang ikut menjual produk kami” katanya. (Faisol Hadi / Suwoko)