Banaspati : Kami Tak Bisa Apa-apa

JEPARA – Barisan Supoter Persijap Sejati (Banaspati) hanya bisa prihatin melihat kondisi klub kesayangannya di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Dengan persiapan yang ala kadarnya, kini Persijap terpuruk di dasar klasemen Wilayah Barat.

Humas Banaspati Jamet mengaku pasrah dengan kondisi yang ada. Sebab, masalah yang melilit Persijap berputar soal finansial. Sehingga, suporter tidak memiliki banyak cara untuk ikut menyelesaikannya.

“Kalau alasannya soal duit, duit, dan duit. Kami tak bisa apa-apa. Segala upaya yang kami lakukan tak banyak membantu,” kata Jamet di sela-sela acara Halal bi Halal Banaspati di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Kamis (31/7). 

Dia mengemukakan, salah satu cara yang pernah dilakukan untuk menambah dana bagi tim adalah dengan menggelar koin peduli Persijap. Namun, saat ini hal itu tidak menjadi solusi yang tepat. Lantaran,, dana yang diperoleh dari koin tersebut tidak seberapa. Di sisi lain, dana yang dibutuhkan Persijap sangat besar.

”Soal dana kami sudah pasrah. Saat ini, yang terpenting Persijap saat ini masih tetap hidup dan dapat berjalan,” terangnya.

Disinggung mengenai degradasi, Banaspati tidak mempersoalkan hal tersebut. Melihat kondisi klub yang saat ini ada, tidak mengherankan jika Persijap harus terdegradasi untuk musim kompetisi yang akan datang.

Meski demikian, Banaspati tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada Persijap. ”Acara Halal bi Halal ini juga sebagai salah satu bukti kami masih kompak. Banaspati masih berkomitmen untuk bersama-sama mendukung klub kebanggaan warga Jepara ini,” ujarnya.

Pada acara kemarin, tercatat sekitar 800 anggota Banaspati datang. Dia menilai anggota Banaspati tetap kompak dengan forum berkumpul seperti itu. ”Kami tidak masalah jika Persijap harus terdegradasi. Kami tetap mendukung Persijap sampai kapan pun,” pungkas Jamet. (Wahyu KZ / Sundoyo Hardi)