Museum Kretek, Tempat Berlibur dan Belajar

KUDUS – Tak ada salahnya memilih lokasi yang satu ini saat libur Lebaran nanti. Museum Kretek, demikian nama museum satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia, yang memiliki koleksi produk bersejarah rokok kretek. Di sana, selain berwisata, pengunjung dapat belajar tentang industri rokok kretek masa lampau.

Di dalam museum terdapat benda-benda bersejarah tentang industri rokok kretek. Benda-benda tersebut, berupa produk rokok, kemasan, diorama proses pembuatan rokok kretek, foto-foto para pengusaha, dan sejumlah barang peninggalannya. Benda-benda tersebut, seolah bercerita kepada pengunjung tentang proses rokok kretek, yang berjaya hingga kini.

Seorang Staf Museum Kretek Sulikin mengatakan, , sangat pas jika masyarakat ingin berlibur di museum saat libur Lebaran. Selain bisa melihat benda koleksi di museum, pengunjung juga bisa menikmati sejuknya taman di komplek museum. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati wahana air.

Sulikin mengatakan, di Museum Kretek terdapat banyak hal yang bisa dipelajari. Mulai dari asal mula kretek, Nitisumito dengan kejayaan masa lalunya, bangunan perusahaan kretek, dan berbagai jenis kretek yang pernah ada di Kudus.

”Selain itu pengunjung juga bisa menikmati bangunan rumah adat Kudus dan mini bioskop. Di sana, pengunjung bisa menonton film Kudus Kota Kretek,” ujarnya.

Dia mengatakan, minat masyarakat mengunjungi museum menurun. Pada hari biasanya, pengunjung Museum mencapi 50 per hari. Namun ketika puasa, museum cenderung sepi. 

”Puasa seperti ini sepi, biasanya kalau pas rame ketika ada pengunjung dari luar kota secara rombongan. Soalnya pengunjung lokal masih menganggap biasa Museum Kretek ini, sehingga membuat museum tidak terlalu ramai,” kata Sulikin, kepada Koran Muria, beberapa hari lalu.

Menurut dia, Museum akan buka pada Lebaran kedua. Saat Lebaran, seperti tahun-tahun sebelumnya, sangat ramai dikunjungi. Terlebih warga yang mudik ke Kudus, mereka sering menyempatkan datang ke museum. Tapi tak sedikit pula warga di luar Kudus yang sengaja berlibur ke museum. (Faisol Hadi / Suwoko)