Liburan di Pasar Kliwon, Kenapa Tidak

KUDUS – Selama ini sebagian masyarakat mengansumsikan pasar tradisional sebagai tempat yang kumuh dan kotor. Namun hal tersebut tidak selalu benar, sebab di Kudus terdapat pasar tradisional yang dapat menjadi rujukan sebagai tempat berlibur.

Pasar kliwon merupakan pasar tradisional terbesar dan terlengkap di kawasan pantura timur. Tidak hanya cocok sebagai tempat belanja, namun juga dapat diguankan sebagai tempat rekreasi.

Kepala Kantor Pasar Kliwon Sugito mengatakan, Pasar Kliwon tidak kalah dengan pasar modern yang ada di Kudus. Hal tersebut dibuktikan dengan fasilitas memadai dengan dilengkapi eskalator. Hal itu membuat pasar tradisional tersebut tak berbeda dengan pasar modern.

”Pasar Kliwon merupaan Pasar Percontohan pasar semi modern di Kudus. dari aspek penataan tak jauh beda dengan pasar modern di Kudus. buktinya saja fasilitas dan barang dagangannya justru lebih banyak dan memiliki banyak alternatif,” kata Sugito kepada Koran Muria. 

Menurutnya, Pasar Kliwon memiliki kelebihan banyak dibandinghkan dengan pasar modern. Kios dan los yang khas pasar dengan penataan yang rapi, membuat pengunjung merasa betah. 

Dia mengatakan, selama Lebaran, Pasar Kliwon memang tutup. Namun pada Lebaran ketiga pasar sudah kembali buka. Meski demikian, terkadang pada Lebaran kedua pedagang ada yang sudah tidak sabar membuka kiosnya di Kliwon.

”Pasar Kliwon dapat menjadi alternatif liburan. Baik itu pribadi maupaun keluarga. Sebab di Pasar Kliwon banyak ditemuakan hal-hal menarik. Pengunjung bisa membeli berbagai barang dagangan yang dijajakan, atau sekedar melihat-lihat,” tuturnya.

Plt Kepala Dagsar Kudus Sudiharti mengatakan, Pasar Kliwon menduduki peringkat tiga di Jateng. Hal tersebut sebagaimana penilaian Lomba Pasar Tradisional beberapa waktu yang lalu.

”Pasar Kliwon terus ditata dan difasilitasi, itu untuk membuat masyarakat dan pembeli betah untuk berkunjung ke pasar tradisional,” katanya. (Faisol Hadi / Suwoko)