Muhammadiyah Jateng Serukan Kampanye Pilpres Secara Santun

KOTA SEMARANG – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menyerukan kepada seluruh kalangan, agar kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 secara santun selama bulan Ramadan. 

”Seperti sudah kami tegaskan, kampanye gelap maupun kampanye negatif adalah cara yang tidak sehat, tidak bersih, dan tidak ‘fair’,” kata Ketua PW Muhammadiyah Jateng Musman Thalib, di Semarang, dikutip.

Menurut dia black campaign dan negative campaign yang bertujuan menjelekkan dan menjatuhkan salah satu kandidat pilpres, baik Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla bisa menodai demokrasi.

Ia mengatakan, untuk mencapai kemenangan tidak boleh dilakukan dengan menghalalkan segala cara, termasuk black campaign maupun negative campaign, tetapi harus dilakukan dengan cara-cara kebaikan.

Apalagi, kata dia, memasuki bulan Ramadan yang penuh rahmat ini seharusnya seluruh pihak menyadari cara-cara yang dilakukannya melalui kampanye gelap dan kampanye hitam adalah sesuatu yang salah.

”Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Demikian pula dengan masing-masing kandidat (Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, red.), ada plus dan minusnya. Masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kekurangan,” jelasnya.

Namun, kata dia, cara-cara yang dilakukan dengan menonjolkan kekurangan masing-masing kandidat dalam berkampanye, bukanlah tindakan yang tepat. Karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.

”Black campaign adalah tindakan yang tidak gentle, tidak ksatria. Demikian pula dengan kampanye negatif. Karena itu, selama bulan puasa ini hendaklah melakukan kampanye secara santun,” paparnya.

Ia menjelaskan, pilihan harus diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang tentunya memiliki selera dan pertimbangan sendiri dalam memilih calon pemimpinnya pada pelaksanaan Pilpres 2014.

”Masing-masing kandidat pasti punya kelebihan dan kekurangan. Soal pilihan, biarkan masyarakat memilih. Yang penting, jangan sampai bersikap golput (golongan putih),” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, kewaspadaan terhadap adanya black campaign dan negative campaign harus terus ditingkatkan. Agar umat, tidak mudah diadu-domba oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

”Sebab, black campaign bisa saja tidak dilakukan oleh kedua pendukung masing-masing kandidat. Melainkan pihak ketiga, yang bertujuan mengadu-domba. Karena itu, masyarakat harus cerdas,” pungkas Musman. (Titis Ayu)